Petugas Gabungan Bersihkan APK

Petugas gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh, Panitia Pengawas

Petugas Gabungan Bersihkan APK
IST
M HIDAYAT, Kepala Satpol PP Banda Aceh

BANDA ACEH - Petugas gabungan yang terdiri atas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banda Aceh, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Banda Aceh, Polri, serta Satlinmas gampong membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) di tiga kecamatan yakni Meuraxa, Jaya Baru, dan Banda Raya, Minggu (14/4). Penertiban itu dilakukan dalam rangka membersihkan ruang publik dari APK di masa minggu tenang.

Penertiban APK tersebut akan dilanjutkan pada hari ini, Senin, 15 April 2019, di tiga kecamatan lainnya yaitu Kuta Alam, Kutaraja, dan Baiturrahman. Pada hari terakhir, Selasa, 16 April 2019, petugas gabungan akan menyisir tiga kecamatan terakhir yaitu Luengbata, Ulee Kareng, dan Syiah Kuala. Sehingga total ada sembilan kecamatan di Banda Aceh yang disisir petugas.

Informasi itu disampaikan Kepala Satpol PP Banda Aceh, M Hidayat kepada Serambi, kemarin. Dikatakan, APK yang dibersihkan itu bermacam model mulai dari poster, banner, spanduk, hingga baliho. Bahan kampanye itu termasuk bendera partai dan umbul-umbul partai politik (parpol), kecuali yang diletakkan pada Kantor DPP/DPW/DPC parpol tersebut.

“Menurut peraturan, partai atau caleg (calon legislatif) yang bersangkutan lah yang seharusnya membersihkan APK tersebut. Tapi karena sedikit sekali yang melakukannya, maka menjadi kewajiban kami untuk membersihkan APK tersebut,” kata Hidayat.

Disebutkan, jumlah APK yang ditertibkan hingga bertruk-truk, namun pihaknya tidak menimbang berat pasti alat peraga tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh, M Hidayat mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Panwaslih Aceh untuk diteruskan kepada pusat agar mengatur sanksi tegas terkait pelanggaran itu. Karena menurutnya selama tidak ada tindakan tegas, APK akan terus menjamur di masa tenang.

“Sanksi ini perlu untuk mendidik parpol dan calegnya. Karena kalau begini terus, yang terjadi adalah pemborosan dan menjadi beban bagi kami,” kata Hidayat, dan menyebut untuk baliho saja, petugas harus menggunakan crane bekerja sama dengan DLHK3 Banda Aceh.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved