Aminullah: Turunkan Kemiskinan dengan Berdayakan Lahan Tidur

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman MM menyatakan, sekarang ini semua orang membicarakan program pengurangan

Aminullah: Turunkan Kemiskinan dengan Berdayakan Lahan Tidur
FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman MM menyatakan, sekarang ini semua orang membicarakan program pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, tapi rencana aksi untuk menurunkannya belum banyak yang dilakukan.

“Kalau memang mau cepat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, gerakkan sumber-sumber potensi ekonomi produktif. Termasuk berdayakan lahan tidur,” kata Aminullah Usman menjawab Serambi di Banda Aceh, Senin (15/4) menanggapi liputan eksklusif harian ini kemarin berjudul Mengapa Aceh Tetap Miskin?

Aminullah mengungkapkan, lima tahun lalu dengan jumlah penduduk sekitar 250 ribu jiwa, angka kemiskinan di Kota Banda Aceh di atas 14 persen. Tapi karena pemerintah sebelumnya memfokuskan program pemberdayaan ekonomi masyarakatnya pada kegiatan sumber-sumber potensi ekonomi produktif, maka angka kemiskinan itu turun menjadi 7 persen saat ini.

“Program dan rencana strategis maupun rencana aksi untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Banda Aceh yang telah dijalankan pemerintah kota sebelumnya kita lanjutkan dengan cara menyinergikan dengan program Banda Aceh Gemilang yang telah kita rencanakan untuk lima tahun ke depan,” kata Aminullah.

Mantan direktur utama Bank Aceh ini menyebutkan beberapa upaya yang sudah dilakukan untuk menggairahkan perekonomian di Banda Aceh. Misalnya, melakukan revitalisasi Krueng Daroy menjadi kawasan bersih, lintasan jogging, dan wisata kota. “Sudah kita lakukan pada tahun 2018 merevitalisasi Krueng Daroy sepanjang 1,8 km kanan dan kiri sungai sehingga hasilnya sudah dinikmati masyarakat. Yakni, sebagai tempat kuliner dan berdagang tapi tak boleh buang sampah ke Krueng Daroy. Tahun ini dilanjutkan program revitalisasi yang sama sepanjang 1,6 km di kanan kiri sungai dan sumber dananya dari APBN,” ujar Aminulllah.

Di pinggiran Krueng Aceh yang sudah direvitalisasi itulah, lanjut Aminullah, akan dibangun plaza tempat pedagang berjualan berbagai jenis kuliner, misalnya jualan sate, mi, martabak, jus, dan lainnya.

“Untuk pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil kita bentuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan nilai pembiayaan 500.000 hingga 5 juta. LKMS yang kita bentuk tahun lalu itu sekarang sudah menjadi model bagi daerah lain,” kata Aminullah.

Intinya, lanjut Aminullah, pelaku usaha kecil menengah yang membutuhkan tambahan modal besar, mereka akan didekatkan dengan bank.

Selain itu, kata Aminullah, semua sisi usaha ekonomi produktif yang bisa cepat memberikan manfaat bagi masyarakat miskin dan penganggur, perlu digerakkan secra berkelanjutan dan terpadu dibina.

“Yang belum memiliki keterampilan atau skills, dibina dan dilatih sesuai dengan hobi masiang-masing melalui balai latihan kerja (BLK) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Banda Aceh. Tujuannya, kalau dia sudah hobi dengan keterampilan yang bisa mendatangkan pendapatan dan keuntungan baginya, maka ia akan tekuni dan usahakan sampai berhasil,” ujar Aminullah.

Selanjutnya, kata Amiullah, berdayakan lahan tidur atau lahan menganggur untuk berbagai kegiatan bisnis yang memiliki potensi pasar lokal, nasional, dan luar negeri yang kuat.

“Daerah kumuh yang identik dengan kawasan kemiskinan, direvitalisasi menjadi kawasan yang bersih, indah, dan menarik, kemudian dijadikan tempat wisata,” demikian Aminullah. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved