Kupi Beungoh

Wahai Rakyat! Kedaulatan Ada di Tanganmu, Jangan Lacurkan dengan Sekilo Gula

Biasanya seseorang yang mendapatkan jabatan melalui suap (sogok) cenderung akan melakukan tindakan mencuri (korupsi).

Wahai Rakyat! Kedaulatan Ada di Tanganmu, Jangan Lacurkan dengan Sekilo Gula
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Hasan Basri M Nur, penulis buku "Sabda Rindu". 

Ada dua kelompok kepemimpinan yang dipilih oleh rakyat, yaitu kepemimpinan eksekutif dan legislatif.

Kepemimpinan eksekutif terdiri dari presiden/wakil presiden, gubernur/wakil gubernur, dan bupati/wakil bupati.

Sementara kepemimpinan legislatif terdiri dari anggota DPR-RI, DPD, DPR Provinsi, dan DPR Kabupaten/Kota.

Fungsi utama eksekutif adalah menjalankan roda pemerintah, sementara fungsi utama legislatif adalah mengawasi (controlling) pemerintah.

Nah, dalam hal ini, betapa berkuasanya rakyat, merekalah yang berhak menentukan siapa dari mereka yang berhak duduk di lembaga tertinggi, baik di eksekutif maupun legislatif.

Baca: Ustaz Abdul Somad Jawab Fitnah Dikasih Rumah, Pernah Tolak Mobil Mewah dari Eks Kapolda Riau

Baca: Quick Count Pilpres 2019, Hitung Cepat Tayang di TV One hingga Kompas TV Mulai Pukul 15.00 WIB

Hina di Dunia, Hina di Akhirat

Akan tetapi, terkadang terdapat sekelompok masyarakat yang tidak paham posisi dan nilai tawar mereka yang terlalu tinggi itu.

Sebagian masyarakat terkadang rela melacurkan kedaulatan yang ada di tangannya dengan nilai: 1 kg gula (Rp 12 ribu), 1 bambu beras (15 ribu), 1 liter minyak goreng (Rp 11 ribu), atau 1 helai kain sarung (Rp 50 ribu). Gagal bertusss.

Jika dilihat dari sudut pandang mana pun, sungguh hina masyarakat yang mau menggadaikan harga diri dengan angka puluhan ribu rupiah demi memilih calon tertentu.

Dalam pandangan agama, praktik ini termasuk dalam kasus suap-menyuap yang tercela.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved