Nelayan Aceh Timur Pulang

Sebanyak 22 nelayan Aceh Timur, ABK KM Troya telah pulang kembali ke kampung halaman dan berkumpul

Nelayan Aceh Timur Pulang
SERAMBI / SENI HENDRI
TGK M Nur atau Abi Gurep didampingi Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib, mempeusijuk 22 nelayan KM Troya yang dibebaskan Myanmar, saat tiba di Pendopo Aceh Timur, diserahterimakan oleh Pemerintah Aceh, kepada Pemkab Aceh Timur, Selasa (16/7). 

* Seusai Dibebaskan Oleh Pemerintah Myanmar

IDI - Sebanyak 22 nelayan Aceh Timur, ABK KM Troya telah pulang kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga masing-masing. Mereka sempat ditahan sejak 6 Februari 2019, karena tuduhan melakukan pencurian ikan di wilayah perairan negara tersebut, tetapi sudah dibebaskan sejak awal pekan ini.

Para nelayan asal Idi itu diantar oleh Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, dan disambut oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib, Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Ahkyat, beserta jajarannya. Mereka tiba di pendopo Idi, pada Selasa (15/4) pagi pukul 07.30 WIB dan telah ditunggu oleh keluarga masing-masing.

Suasana haru tampak penuh emosional, bahkan beberapa di antaranya terlihat menyeka air mata bahagia, karena kembali bisa bertemu dengan keluarga setelah hampir dua bulan lebih tidak bertermu.

Kadis Dinsos Aceh, Drs Alhudri, melalui Kabid Linjamsos, Yusri mengatakan berkas kerja keras semua pihak, akhirnya para nelayan yang ditahan di Myanmar bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Sebelumnya, jelas Yusri, pemerintah baru saja memulangkan 14 nelayan asal Aceh Timur yang juga ditangkap di Myanmar karena tuduhan mencuri ikan di wilayah perairan negara itu.

“Berkat komunikasi yang baik antara Pemerintah Myanmar dengan Pemerintah RI dan Pemerintah Provinsi Aceh, maka para nelayan tersebut bisa dipulangkan kecuali kapten kapal dan 14 nelayan itu kemudian diantarkan langsung oleh Kedutaan Besar RI untuk Myanmar, Irjen Pol Iza Fadri,” jelas Yusri.

Saat Kedubes RI untuk Myanmar menyerahkan 14 nelayan Aceh Timur, dia menyampaikan pesan agar tidak ada lagi nelayan Aceh yang masuk ke wilayah perairan negara lain, karena itu merupakan sebuah pelanggaran hukum.

“Tapi tiga hari kemudian, kita kembali mendapati kabar bahwa ada 23 nelayan Aceh Timur yang kembali ditangkap di Myanmar dengan tuduhan yang sama. Saat itu, Kadis Sosial langsung melaporkan ke Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dan memerintahkan kepala Dinas Sosial Aceh agar membangun komunikasi dengan Kedubes RI di Myanmar,” ungkap Yusri.

Atas perintah tersebut, Kadis Dinsos Aceh kembali membangun komunikasi dengan Kedubes RI Iza Fadri untuk mencari solusi terkait upaya pemulangan para nelayan tersebut.

“Insya Allah Pemerintah Aceh tidak tinggal diam, dan terus membangun komunikasi secara itensif dan atas komunikasi yang baik dan kerja keras antara Kemenlu, Dubes RI untuk Myanmar, serta Pemerintah Aceh, akhirnya para nelayan berhasil dipulangkan ke kampung halaman,” jelas Yusri.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved