Caleg PDIP Meninggal karena Serangan Jantung, Caleg Nasdem Dilarikan ke Rumah Sakit

Kedua peristiwa itu terjadi terpisah, beberapa saat setelah masing-masing orang itu mengetahui dirinya kalah dalam Pemilu 2019.

Caleg PDIP Meninggal karena Serangan Jantung, Caleg Nasdem Dilarikan ke Rumah Sakit
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

SERAMBINEWS.COM, TASIKMALAYA - Pemilu 2019 kembali meninggalkan duka.

Setelah seorang penyelenggara Pemilu (Petugas PPS) di Samarinda, Kalimatan Timur, meninggal dunia karena kelelahan, kali ini kabar duka terkait Pemilu 2019 kembali datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seorang calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tasikmalaya, meninggal dunia, sementara seorang caleg dari Partai NasDem dilarikan ke rumah sakit.

Kedua peristiwa itu terjadi terpisah, beberapa saat setelah masing-masing orang itu mengetahui dirinya kalah dalam Pemilu 2019.

Baca: Tampang Boyolali Sempat Viral, Warga Kota Susu Balas Prabowo Dengan Nol Suara di 61 TPS

Baca: Kasus Oknum Linmas di Langsa Rusak Surat Suara Pakai Cincin ke Polres 

Baca: Banjir Landa Aceh Jaya, Delapan Desa di Kecamatan Panga Terendam

Dikutip dari Kompas.com, caleg PDIP yang meninggal dunia bernama Euis Mulyati.

Euis meninggal dunia pada, Jumat (19/4/2019) pagi, akibat serangan penyakit jantung di rumahnya, saat penghitungan suara internal bersama timnya.

Tak berselang lama setelah mendapatkan hasil rekap suara, caleg struktral PDIP itu langsung ambruk dan meninggal dunia di kediamannya, Kampung Kecapi, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Sekretaris DPC PDIP Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi membenarkan meninggalnya rekan sesama politisi di partainya tersebut.

Euis selama ini menjabat sebagai bendahara di struktural partai Kota Tasikmalaya.

Pada Pemilu 2019, Euis menjadi caleg DPRD Kota Tasikmalaya di daerah pemilihan IV Kecamatan Mangkubumi dan Kawalu.

Baca: APDI Minta KPU, Bawaslu, DKPP dan Polri Menginvestigasi Pelaku Kecurangan pada Pemilu

Baca: Denny JA Analisa Efek Dukungan Ustadz Abdul Somad & Aa Gym pada Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Baca: Terindikasi Ada Kecurangan, Panwaslih Aceh Rekomendasi Pemungutan Suara Ulang di Empat Daerah

Baca: Jokowi Unggul di 15 Provinsi dan Prabowo di 19 Provinsi, Kenapa Jokowi Menang di Quick Count?

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved