422 Warga Miskin Dapat Bantuan Rumah

Sebanyak 422 masyarakat miskin dan kaum duafa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapat bantuan dan rehab rumah pada tahun 2019

422 Warga Miskin Dapat Bantuan Rumah
SERAMBI/FERIZAL HASAN
RUMAH milik Mulyadi, warga miskin di Gampong Mon Mane, Kecamatan Jeumpa, Bireuen tidak layak huni. Rumah tersebut akan dibedah oleh Komunitas Kami Peduli Bireuen. Foto direkam Minggu (6/1). 

BLANGPIDIE - Sebanyak 422 masyarakat miskin dan kaum duafa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapat bantuan dan rehab rumah pada tahun 2019.

Untuk bantuan rumah, Abdya mendapat kuota sebanyak 182 unit rumah yang tersebar di sembilan kecamatan. 182 unit rumah ini pembangunannya dibiayai oleh APBA 2019. Sedangkan 240 unit lainnya dalam bentuk rehab dengan anggaran Rp 17,5 juta per rumah tersebar di Kecamatan Susoh, Jeumpa, dan Kecamatan Blangpidie.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dinas Perkim dan LH) Abdya, Firmansyah ST mengatakan, bantuan pembangunan rumah dan rehab rumah itu khusus untuk masyarakat kurang mampu. “Untuk mengecek kebenarannya, tim sudah turun ke lapangan. Hal ini sesuai permintaan Pak Bupati Akmal pada tim dan LSM untuk memantau penyaluran rumah bantuan tersebut,” ujar Firmansyah ST.

Ia menjelaskan, pemantauan tersebut bertujuan untuk mengawasi agar tidak terjadi penyimpangan, sehingga penyaluran bantuan pembangunan dan rehab rumah itu tepat sasaran. “Kalau tidak tepat, ya kita ganti dengan yang lain, ini sesuai intruksi Pak Bupati. Alhamdulillah, dari hasil verifikasi, semua tepat,” ucapnya.

Dalam verifikasi itu, papar Firman, ada sejumlah rumah di desa yang sama, juga perlu mendapat bantuan pembangunan rumah. Namun, karena kuotanya terbatas, maka bantuan pembangunan rumah itu tidak bisa menjangkau semuanya tapi harus dilakukan secara bertahap. “Untuk itu, kita minta masyarakat bersabar. Karena kita dahulukan dulu yang belum memiliki tempat tinggal. Yang lain, kita usahakan tahun depan,” tukasnya.

Sementara itu, untuk bantuan rehab rumah dari APBN sebanyak 240 unit, menurut Firmansyah, uangnya akan masuk langsung ke rekening masing-masing penerima bantuan sebesar Rp 17,5 juta per rumah. Pekerjaannya dilakukan langsung oleh pemilik rumah dengan sistem swakelola. “Terserah mereka mau bikin apa, tapi prioritasnya bangun atap, dinding, dan lantai,” pungkasnya.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved