Breaking News:

Dua TPS Pemungutan Suara Ulang

Dua tempat pemungutan suara (TPS) di Aceh Utara diharuskan melakukan pemungutan suara ulang (PSU), karena ditemukan adanya dugaan

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Ketua KIP Kota Banda Aceh memeriksa surat suara rusak sebelum dimusnahkan 

* Saksi Partai Coblos Lebih Sekali

LHOKSUKON - Dua tempat pemungutan suara (TPS) di Aceh Utara diharuskan melakukan pemungutan suara ulang (PSU), karena ditemukan adanya dugaan pelanggaran pemilu berupa pencoblosan oleh saksi partai lebih dari satu kali. Kedua lokasi tersebut adalah TPS 38 di Desa Meunasah Cut, Kecamatan Nisam, dan TPS 97 di Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya.

Rekomendasi itu disampaikan Panitia Pemilihan Kecamatan (Panwascam), Nisam dan Baktiya kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kedua kecamatan tersebut.

Dalam surat rekomendasi tersebut disampaikan supaya menghentikan proses pemungutan suara dan penghitungan suara. Selain itu, Panwascam baktiya dan Nisam memerintahkan PPK Baktiya dan Nisam untuk mengajukan pemungutan suara ulang kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara.

Informasi yang diperoleh Serambi, dugaan pelanggaran pidana pemilu tersebut adalah pencoblosan 10 surat suara sekaligus oleh saksi dari partai nasional dan partai lokal pada Rabu (17/4). Surat suara tersebut diperoleh enam saksi itu dari Ketua PPS di TPS 97. Lalu, praktik kecurangan itu diketahui oleh Panitia Pengawas TPS tersebut. Praktik kecurangan di TPS 38 berupa pencoblosan lebih dari satu kali dilakukan oleh saksi.

“Adanya dugaan pelanggaran tersebut berdasarkan laporan yang kita terima dari panitia pengawas di dua kecamatan tersebut. Jadi, ada saksi partai yang melakukan pencoblosan lebih sekali di TPS 97 dan TPS 38,” ujar Ketua Panwaslih Aceh Utara Yusriadi kepada Serambi, Jumat (19/4).

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah meminta KIP Aceh Utara untuk mengadakan pemungutan suara ulang dengan batas waktu 10 hari setelah hari pemungutan suara. “Jadi, kita sudah perintahkan untuk dilakukan pemunguatan suara ulang. Terkait waktu pelaksanaan, tergantung penyelenggara,” kata Yusriadi didampingi Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Nur Furqan.

Ketua Panwaslih Aceh Utara juga menyebutkan, pada hari tersebut pihaknya juga menemukan surat suara yang belum digunakan sudah tercoblos di TPS 6 Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro. “Awalnya ada satu pemilih yang menemukan satu surat suara sudah tercoblos, lalu melaporkan ke PPS,” ujar Yusriadi.

Belakangan, kata Ketua Panwaslih Aceh Utara, petugas memeriksa semua surat suara yang belum digunakan tersebut, lalu ditemukan 80 surat suara yang sudah tercoblos untuk DPRK dan 85 surat suara untuk DPRA. Selain itu, juga ditemukan beberapa surat suara untuk DPR RI, DPD, dan calon presiden/wakil presiden yang sudah tercoblos.

Minta Surat Suara ke KIP Aceh
Ketua KIP Aceh Utara Zulfikar SH kepada Serambi menyebutkan, sudah menerima permintaan pemungutan suara ulang di TPS 38 Desa Meunasah Cut, Kecamatan Nisam dan TPS 97 di DesaMatang Ulim, Kecamatan Baktiya. Pihaknya akan menyampaikan kepada KIP Aceh untuk mendapatkan surat suara tersebut sebelum diadakan pemungutan suara kembali.

Selain itu, Zulfikar SH juga mengaku sudah mendapatkan informasi adanya surat suara tercoblos. “Semua surat suara yang dikirim ke kecamatan itu sudah disortir. Jadi, tidak ada yang rusak,” katanya. Namun, Ketua KIP Aceh Utara itu mengaku tidak mengetahui sebab surat suara yang ke Desa Jamuan sudah tercoblos, apalagi pendistribusian surat suara juga mendapat pengawalan polisi.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved