Penyaluran Dana Desa di Nagan Raya Baru Tahap Pertama

Peyaluran dana desa di Kabupaten Nagan Raya masih dalam tahap pertama yang disalurkan kepada semua desa di wilayah itu sebesar 20 persen.

Penyaluran Dana Desa di Nagan Raya Baru Tahap Pertama
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham menyerahkan dana desa secara simbolis kepada perwakilan keuchik di 10 kecamatan di daerah itu, Kamis (4/4/2019) pada cara rapat koordinasi pengendalian dana desa yang berlangsung di halaman Kantor DPMGP4 Komplek Perkantoran Suka Makmue. 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Peyaluran dana desa di Kabupaten Nagan Raya masih dalam tahap pertama yang disalurkan kepada semua desa di wilayah itu sebesar 20 persen sesuai dengan jumlah total yang diterima setiap desa.

Jumlah desa di wilayah tersebut mencapai 222 desa yang sudah menerima dana desa tahap pertama, dengan diharapan nantinya mampu berkembangan dengan pembangunan desa itu masing-masing.

“Pencairan dana desa di Nagan Raya tahun 2019 untuk tahap pertama sudah tuntas dalakukan, tinggal tahap kedua dan ketiga yang akan menyusul, dengan ketentuan menyerahkan laporan pertanggung jawaban seuai dengan ketentuan,” jelas Drs Ujang MM, Kepala Dinas Permberdayaan Masyarakat Gampong Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4) Nagan Raya kepada Serambinews.com, Sabtu (20/4/2019).

Baca: Pencairan Dana Desa Minim

Baca: Dana Desa 2020 akan Disalurkan 60 Persen pada Tahap Pertama, Ini Kriteria yang Harus Dipenuhi

Baca: 145 Gampong belum Ajukan Amprahan Dana Desa

Ia menambahkan, penyaluran dana desa tersebut diberikan dalam tiga tahap, untuk tahap pertama disalurkan 20 persen, tahap kedua dan ketiga masing-masing 40 persen.

Pengelolaan dana desa tersebut diharapakan dapat dilakukan secara transparan dan terbuka, sehingga tidak menimbulkan gejolak yang dapat menghambat pembangunan.

Disebutkan, penggunaan dana desa tersebut diharapkan tepat sasaran dalam pembangunan yang dilakukan disetiap desa, sehingga tidak disalah gunakan. Sebab jika ada temuan penyalah gunaan dana desa tersebut dikhawatirkan akan berhadapan dengan hukum, sehingga perlu  kehati-hatian dan tepat guna. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved