PGRI Pijay Pertanyakan Mutasi Kepsek

Lembaga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) mempertayakan mutasi 80 kepala sekolah (kepsek)

PGRI Pijay Pertanyakan Mutasi Kepsek
Serambi
Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Drs H Abd Rahman Puteh SE MM,menyerahkan SK tugas kepada seorang dari 80 kepala sekolah saat mutasi jabatan di kabupaten itu, Kamis (18/4/2019). SERAMBINEWS.COM /IDRIS ISMAIL 

MEUREUDU - Lembaga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) mempertayakan mutasi 80 kepala sekolah (kepsek) tingkat SD yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Kamis (18/4). Kebijakan itu dinilai tidak menghargai kinerja para kepsek selama ini.

Ketua PGRI Pijay, Drs Ridwan Husien MPd, Jumat (19/4) mengatakan mutasi Kepsek yang dilakukan pada Kamis (18/4) menyimpan berbagai permasalahan. Dia meoncontohkan, seperti kepsek dengan sisa masa kerja dua sampai delapan bulan memasuki usia pensiun, namun di non-aktifkan.

“Ini jelas terkesan, Disdikbud Pijay tidak menghargai kinerja dan jasa para guru yang telah mengabdi puluhan tahun sebagai kepsek yang telah mengadi bagi kemajuan pendidikan,” sebutnya. Dikatakan, seperti Manana SPd asal SD Cet Matang, Trienggadeng yang memasuki pensiun pada Desember 2019 dan Cut Faridah dari SD Babah Krueng Ulee Gle, Bandar Dua yang memasuki pensiun pada Agustus 2019.

Kemudian, Hanafiah SPd SD Babah Jurong yang memasuki pensiun pada September 2019, T Abakar SPd asal SD Pangwa, Trienggadeng yang memasuki masa pensiun Oktober 2019 dan Rasyidin SPd asal SD Tutue Ara, Bandar Baru yang memasuki masa pensiun pada Desember 2019.

Dia menyatakan seharusnya enam kepsek itu yang telah menujukkan dedikasi tinggi dalam memajukam dunia pendidikan dapat dipertahankan. Dia mengaku menyesalkan mutasi ini tanpa mempertimbangkan jasa pengabdian. “Kami berharap, agar mutasi yang dilakukan dapat dikaji kembali sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Menanggapi perihal tersebut, Kepala Disdikbud Pijay, Saiful Rasyid MPd, Jumat (19/4) mengatakan, mutasi 80 kepsek ini setelah dilakukan Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) satu bulan lalu. Hal itu sebagai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pijay untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam segala bidang, terutama dalam bidang kepemimpinan.

“Sejak dibuka UKKS tersebut ternyata keeenam kepsek tersebut tidak mengikutinya, “jelasnya. Menurut Saiful Rasyid dengan tidak mengikuti program tersebut, maka dengan sendirirnya pula mengundurkan diri dari salah satu poin ketentuan surat edaran Pemkab Pijay (Sekda) dalam program peningkatan mutu pendidikan.

Disebutkan, mutasi yang dilakukan ini murni atas pertimbangan pemerintah, untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang telah menjadi misi utama dari pemimpin Pijay, Aiyub Abbas-Said Mulyadi. “Kami tetap menghargai semua pihak,” katanya.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved