Satu CPNS Pidie Gagal Dapat SK

Satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pidie gagal memperoleh SK pada Kamis (18/4), atas nama Sri Wahyuni untuk formasi tenaga guru SD

Satu CPNS Pidie Gagal Dapat SK
SERAMBI /NUR NIHAYATI
Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud menyerahkan SK secara simbolis kepada CPNS baru 2019 di Kantor Bupati Pidie, Kamis (18 /4).SERAMBI /NUR NIHAYATI 

* Ijazah tidak Sesuai Formasi yang Dibutuhkan

SIGLI - Satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pidie gagal memperoleh SK pada Kamis (18/4), atas nama Sri Wahyuni untuk formasi tenaga guru SD. Namun, 271 CPNS lainnya menerima SK yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Pidie, Fadhlullah TM Daud ST pada Kamis (18/4).

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pidie, Mukhlis SSos seusai acara mengatakan jumlah total CPNS yang lulus sebanyak 272 orang. Namun, sebutnya, satu CPNS belum ada Nomor Induk Pegawai (NIP) sehingga belum dapat diberikan SK.

Dia beralasan, ijazah yang dimiliknya tidak sesuai dengan formasi, karena ijazahnya Pendidikan Agama Islam (PAI), sedangkan formasi kelulusan untuk guru SD. “Kita sudah fasilitasi dan bupati sudah surati Menpan untuk disesuaikan, tetapi belum ada jawaban,” ujarnya.

Dia mengaku baru mengetahui saat diberitahukan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat memverifikasi berkas setelah dinyatakan lulus. “Kita juga sudah panggil yang bersangkutan, karena saat pendaftaran sudah jelas formasi yang dibutuhkan,” terang Mukhlis.

Walaupun demikian, katanya, Pemkab Pidie tetap berupaya membantu. “Tenaganyakita butuhkan untuk menjadi guru SD, tetapi ijazahnya PAI tidak sesuai dengan formasi, walaupun demikian kita tetap menunggu jawaban dari Kemenpan,” jelas Mukhlis.

Sementara itu, penyerahan secara simbolis SK diterima oleh dr Suci Rahmi (formasi umum kesehatan). Faisal Ridha SPd (pendidikan), Novita Humaira (tenaga teknis) dan Aufurkan SPd (formasi khusus honorer K2). Usai menyerahkan SK, Wabup Pidie berpesan supaya para CPNS bekerja jujur pada instansi dimana ditempatkan.

“Tunjukkan kinerja baik, karena saudara jadi pilihan terbaik daerah, tetapi tetap tanamkan sikap jujur dan kreatif dalam bertugas,” katanya, seraya menegaskan tidak boleh ada yang meminta pindah ke daerah lain. “Sekurang-kurangnya 10 tahun bekerja, baru boleh minta pindah. Saudara suka bekerja di Pidie, senang dengan Pidie?,” tanya Wabup yang dijawab kompak para CPNS ‘senang’.

Dia meminta para kepala SKPK agar tidak merekomendasi pindah kerja, baik antar SKPK maupun ke luar Kabupaten, kecuali atas perintah bupati. Dia menjelaskan bagi yang telah menerima SK agar segera melapor kepada kepala tempat tugas, kemudian persiapkan diri setelah lebaran idul Fitri, karena akan mengikuti pendidikan dasar (prajabatan).

Untuk diketahui peserta yang mendaftar dan lulus verifikasi secara online untuk mengikuti Ujian seleksi sebanyak 7906 orang. Mereka mengikut tes sistem Computer Assisted Test (CAT), kemudian lulus 272 orang, sedangkan formasi yang dibutuhkan sebanyak 367 orang.

Mereka yang lulus antara lain di Dinas Pendidikan Pengelola Sistem dan Jaringan di Dinas informasi 26 Orang, Kemudian, 84 orang Komunikasi dan Persandian, 3 orang auditor ahli pertama dan kepegawaian ahli.

Kemudian 26 orang Penata Bangunan Gedung dan Permukiman pada Dinas PUPR, dua orang Analis Kepegawaian Ahli Pertama dan Pengelola Sistem, 9 Dokter Umum dan Perawat pada BLU RSU Tgk Abdullah Syafie, 4 Orang Analis Produk Hukum pada Bagian Hukum Setda Pidie. Selanjutnya 5 orang poada Jaringan BKPSDM dan 11 dokter umum dan Perawat pada BLU RSU Tgk Chik di Tiro.(aya)

kegagalan satu cpns pidie
* Telah lulus dari awal sampai akhir
* Tinggal menunggu SK dari Kemenpan
* BKN Pusat kembali verifikasi data
* Ijazah dengan yang dibutuhkan berbeda
* Seharusnya ijazah untuk guru SD
* Dia ijazah Pendidikan Agama Islam (PAI)
* Bupati sudah surati Menpan untuk disesuaikan
* Karena tetap dapat dijadikan sebagai guru SD
* Belum ada jawaban dari Kemenpan sampai Kamis (18/4)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved