Tingkat KDRT Tinggi di Banda Aceh, Wakil Wali Kota Sebut Narkoba Sebagai Penyebab

Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terus terjadi peningkatan, baik secara keseluruhan Aceh maupun Kota Banda Aceh.

Tingkat KDRT Tinggi di Banda Aceh, Wakil Wali Kota Sebut Narkoba Sebagai Penyebab
shutterstock
Ilustrasi 

Ia berharap semoga seluruh keluarga bisa menjadi keluarga samawa dan memiliki keturunan sebagai generasi yang baik.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari KDRT Kementerian PPPA, Ali Khasan mengatakan, kasus KDRT di Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh cukup memprihatinkan.

“Saat ini, Kemen PPPA sedang mengembangkan model desa dan kelurahan bebas KDRT. Kami harap model ini bisa diterapkan di desa dan kabupaten lainnya. Kementerian PPPA juga melakukan Gerakan Bersama (GEBER) Stop KDRT dibeberapa wilayah di Indonesia, sebagai upaya untuk mengantisipasi berkembangnya kekerasan yang mengancam keluarga di Indonesia bahkan keluarga kita sendiri,” terang Ali. 

Katanya, pesatnya perkembangan teknologi informasi juga menyebabkan munculnya modus kekerasan baru yang meluas melalui dunia maya (internet). Seperti kekerasan oleh pasangan intim (intimate partner violence), yang dilakukan baik oleh teman sebaya, teman terdekat, juga pasangan, tingkat terjadinya kasus kekerasan ini mencapai 61%. 

“Di mana pelaku mayoritas merupakan pacar atau mantan pacar, suami atau mantan suami,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat mengambil sisi positif dari dampak kemajuan teknologi tersebut. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved