Penderita Kanker Paru-Paru Tinggi di Aceh, Sebagian Istri Perokok

Dari pemeriksaan, mereka memiliki lata belakang dari suami perokok, sehingga masuk masuk dalam kategori perokok pasif.

Penderita Kanker Paru-Paru Tinggi di Aceh, Sebagian Istri Perokok
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Pembukaan Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA) di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 19-20 April 2019. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Saat ini pengidap kanker paru-paru di Aceh masih sangat tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru, dr Teuku Zulfikar SpP (K) FISR yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh.

Baca: Panwaslih Aceh Jaya belum Temukan Pelanggaran Pemilu

Rata-rata pengidapnya memiliki latar belakang perokok. Namun pengidap tidak hanya dari kalangan perokok aktif, tapi ada juga dari kalangan perokok pasif.

Menurut dr Teuku Zulfikar, saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, setiap bulannya ada sekitar 10-20 orang yang didiagnosa mengarah ke kanker paru-paru.

Baca: BMKG Perkirakan Bener Meriah Diguyur Hujan Ringan Besok, Ini Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke Depan

Yang sangat disayangkan, sebagain dari pengidap kanker paru-paru merupakan kaum perempuan.

Dari pemeriksaan, mereka memiliki lata belakang dari suami perokok, sehingga masuk masuk dalam kategori perokok pasif.

“Meskipun tidak merokok, mereka juga terkena, biasa asap rokok itu menempel di baju atau saat merokok dalam rumah, asapnya itu kan terkurung di dalam rumah,” ujar dr Zulfikar usai memberi materi dalam Pertemuan Ilmiah Respirasi Aceh (PIRA), Sabtu (20/4/2019) di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Baca: Duka Pemilu 2019, 12 Petugas KPPS Meninggal Kelelahan dan Penjelasan Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi

Selain istri dari perokok, juga ada penderita kanker paru dari kalangan lelaki muda berusia sekitar 30-an tahun.

Namun penderita yang paling tinggi memang lelaki berusia sekitar 50 tahun ke atas, sehingga ia juga mengingatkan bahwa jangan merokok di dalam ruangan terkurung karena membahayakan orang lain. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved