Aceh Capai Suhu Tertinggi Bulan Ini, Satu Titik Panas Terpantau di Aceh Tengah

Sebagian besar wilayah Aceh sedang memasuki musim kemarau, yang mana suhu udara terasa sangat panas di sejumlah daerah...

Aceh Capai Suhu Tertinggi Bulan Ini, Satu Titik Panas Terpantau di Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM/ Foto Dok BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara
Prakiraan Cuaca. 

Aceh Capai Suhu Tertinggi Bulan Ini, Satu Titik Panas Terpantau di Aceh Tengah

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH –Sebagian besar wilayah Aceh sedang memasuki musim kemarau, yang mana suhu udara terasa sangat panas di sejumlah daerah. 

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, sejak 21 April 2019 tercatat suhu udara Aceh meningkat, bahkan mencapai suhu tertinggi dalam bulan ini yakni 35,2 derajat celcius.

Baca: 1.000 Atlet Bersaing di Unsyiah Games IV

Baca: Selasa Malam, Jenazah Muhammad Ikram, Mahasiswa yang Meninggal di Mesir, akan Tiba di Aceh

Baca: 13 Atlet Aceh Ikuti Pelatnas SEA Games

Demikian disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad SE kepada Serambinews.com, Senin (22/4/2019). Menurutnya, peningkatan suhu udara itu dapat menimbulkan titik panas yang berdampak pada kebakaran lahan di sejumlah daerah di Aceh. 

“35,2 derajat celcius merupakan suhu tertinggi pada bulan ini. Memang saat ini baru satu titik panas terdeteksi, namun bisa saja lebih banyak ke depan,” katanya.

Hasil pantauan sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP), secara akumulasi terdapat satu titik panas di Provinsi Aceh. Titik panas tersebut berada di Kecamatan Kutepinang, Kabupaten Aceh Tengah dengan tingkat kepercayaan mencapai 67 persen. 

“Titik panas itu bisa berupa kebakaran lahan, atau wilayah tersebut memantulkan panas berlebih karena terdiri atas lahan tandus atau bebatuan,” ucap Zakaria.

Saat ini Provinsi Aceh juga sudah memasuki angin baratan yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kecepatan angin. Maka dari itu, BMKG Aceh mengimbau masyarakat khususnya petani yang ingin membuka lahan pertanian agar tidak melakukan pembakaran. 

“Kepada ibu-ibu rumah tangga agar berhati-hati dengan api. Saat kemarau begini, perlu mengecek kembali instalasi listrik yang sudah lama agar tetap aman dan terhindar dari korsleting listrik,” kata Zakaria.

Sementara kepada para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan seiring dengan meningkatnya kecepatan angin yang berpengaruh terhadap tinggi gelombang, terutama di wilayah pesisir barat-selatan Aceh. 

“Kami juga mengimbau kepada para nelayan serta pengguna jasa penyeberangan, agar melengkapi alat pengamanan serta alat komunikasi selama pelayaran,” timpalnya.

Zakaria menjelaskan, meskipun kondisi suhu di Aceh sudah mencapai angka yang cukup tinggi, namun diperkirakan dua hari ke depan akan ada hujan ringan di sebagian besar Provinsi Aceh. Sebab low pressure sudah mulai tumbuh di sebelah tenggara Aceh.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved