Arena Utama MTQ Rampung 40 Persen

Meskipun Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat provinsi diundur menjadi September 2019, namun panitia terus memburu

Arena Utama MTQ  Rampung 40 Persen
Serambinews.com
Lahan yang bersisian dengan Kantor Bupati Pidie dan Baitul Mal di Jalan Prof A Majid Ibrahim yang akan dijadikan arena MTQ ke 34 tingkat Provinsi Aceh, mulai ditanami pohon, Kamis (14/2/2019). 

SIGLI - Meskipun Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat provinsi diundur menjadi September 2019, namun panitia terus memburu persiapan di lapangan. Hingga kini arena utama diperkirakan rampung sekira 40 persen. Pemkab Pidie menargetkan tuntas pada Juli.

“Rekanan dikebut untuk mempersiapkan aneka pembangunan. Arena utama baru rampung 40 persen,” kata Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, Minggu (21/4).

Diakuinya, paling berat membangun gedung utama (arena utama) semacam Pidie Convention Center yang diperkirakan akan menampung 1.000 orang, namun diprediksi tuntas dalam waktu 2-

3 bulan. “Untuk infrastruktur di bawah kewenangan Dinas Perkim yang menyiapkan. Hitungan saya, 40 persen arena utama baru selesai,” katanya. Dia optimis bisa terkejar, mengingat waktunya masih panjang.

“Kalau panggung lain kita target H-30 selesai. Untuk kawasan mimbar utama juga dibangun mushala, tempat wudhu MCK, landscape, pagar, drainase. Ini sedang dikerjakan,” terang Wabup Pidie yang juga Putra Tangse.

Dana Rp 75 miliar
Sementara dana yang diplotkan untuk event level provinsi tersebut mencapai Rp 75 miliar. Pekerjaan sisa lainnya yang sedang diburu yakni mempersiapkan mimbar di gedung Meusapat Ureueng Pidie dan mimbar di Gedung Olah Raga (GOR). Menurut Wabup, pekerjaan ini tidak butuh waktu lama.

Dia memastikan bahwa tinggal finalisasi beberapa pekerjaan, termasuk persiapan rumah-rumah untuk kafilah. Adapun fasilitas lain yang telah rampung, yakni penimbunan di arena utama. “Tinggal lagi mencari kerikil untuk memadatkan timbunan,” jelasnya.

Meskipun dana keseluruhan mencapai Rp 75 miliar, namun Wabup memperkirakan bahwa kebutuhan anggaran akan kurang dari jumlah tersebut. “Mungkin kurang dari itu kebutuhannya. Beberapa dinas terkait ikut berbenah di sektor masing-masing, misalnya Dinas Perhubungan akan membenahi terminal. Begitu juga dengan jalan, akan dibenahi dinas terkait,” kata dia. Begitupun, Fadhullah TM Daud menegaskan bahwa kebutuhan yang sebenarnya akan terlihat ketika event berskala provinsi tersebut telah berjalan.

Sedikitnya, 46 rumah warga dan sembilan penginapan/hotel disiapkan untuk tempat pemondokan para kafilah MTQ ke-34 tersebut. “Kafilah dari satu kabupaten akan ditempatkan di satu gampong. Satu gampong dua rumah, yang terdiri atas satu putra dan satu untuk putri. Jadi, untuk 23 kabupaten total rumah 46 unit,” tandas Mukhlis SSos MSi, Kepala Bidang Konsumsi, Akomodasi Kafilah, Tamu, dan Kebersihan MTQ ke-34.

Sementara itu, lokasi mimbar atau panggung MTQ ada sembilan titik, antara lain arena utama, Gedung Olahraga (GOR) Alun-alun, aula Diklat, Oproom Kantor Bupati Pidie, Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Tijue.Selanjutnya mimbar berikutnya gedung Meusapat Ureueng Pidie,Gedung DPRK, dan Aula SMK.(aya)

lokasi pemondokan kafilah

*Simeuleu, Bireuen, dan Aceh Tengah di Gampung Baro, Sigli
*Aceh Jaya, Tamiang, di Perumnas Keutapang
*Kota Banda Aceh di Cot Teungoh
*Nagan Raya, Lhokseumawe, Aceh Timur dan kafilah tuan rumah Pidie di Gampong Tijue
*Gayo Lues di Pante Tengah
*Aceh Besar di Blang Paseh
*Aceh Utara dan Aceh Tenggara di jalan lingkar Blok Sawah
*Kabupaten Singkil, Subulussalam di Kompleks Yudha Blang Paseh
*Kota Langsa di Blang Paseh
*Aceh Selatan, Aceh Barat, Pidie Jaya, Bener Meriah, di Gampong di Blang Asan, Abdya
*Sabang di Kampung Asan, Kota Sigli

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved