Dua Pahlawan Aceh Jadi Nama Ruangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina

Namun tiap hari di sana (Gaza-red) selalu ada korban tembakan yang dilakukan Israel terhadap demonstran di perbatasan

Dua Pahlawan Aceh Jadi Nama Ruangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Head of Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia yang diterima Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, dan Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, Senin (22/4/2019). 

Dua Pahlawan Aceh Jadi Nama Ruangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah sakit Indonesia merupakan rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza, Palestina yang dibangun sepenuhnya dari donasi rakyat Indonesia.

Rumah sakit ini tepatnya terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan Israel.

Rumah sakit yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektare ini terdiri atas dua lantai dan satu lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur.

Baca: Massa dari Gunong Reubo Blokir Jalan PT Mifa, Aktifitas Pengangkutan Batu Bara Terhenti

Head of Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Senin (22/4/2019) mengatakan, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit Indonesia saat ini melebihi kapasitas tempat tidur sehingga tidak cukup untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan.

Seharusnya, rumah sakit tersebut hanya menampung 100 pasien yang harus dirawat tiap hari dengan jumlah tempat tidur sebanyak 100 tempat tidur.

"Namun tiap hari di sana (Gaza-red) selalu ada korban tembakan yang dilakukan Israel terhadap demonstran di perbatasan, dan tiap hari jumlah pasien mencapai 200 sampai 300 orang. Dengan jumlah korban yang bertambah itu sehingga melebihi kapasitas rumah sakit," kata dr Sarbini yang dalam kunjungannya bersama rombongan diterima oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, dan Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali.

Baca: WPU Malaysia Serahkan Bantuan Rp 18 Juta Untuk Santri Yatim Dayah Rauhul Mudi di Jeunieb

Dengan bertambahnya jumlah pasien di Rumah Sakit Indonesia tersebut, dr Sarbini mengatakan saat ini sedang dibangun dua lantai lagi, sehingga nantinya menjadi lima lantai.

Sebelumnya sudah dibangun dua lantai dan satu lantai basement.

Selain itu, juga ada penambahan kapasitas ruang perawatan menjadi 200 tempat tidur, dan beberapa alat kesehatan lainnya yang juga ditambah.

"Sejak Februari 2019 MER-C mengirimkan 32 relawan ke Jalur Gaza untuk melakukan pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia. Dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penambahan lantai bangunan tersebut sebanyak Rp 70 miliar," sebutnya.

Baca: Mualem: 01 Menang di TV, 02 Menang di TPS

Ia mengatakan di rumah sakit yang kini menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara ini, ada ruangan yang diberi nama dua pahlawan asal Aceh yaitu Cut Nyak Dhien dan Tgk Chik Ditiro.

Menurutnya, penamaan kedua ruang tersebut berdasarkan permintaan gubernur Aceh saat itu, dr Zaini Abdullah saat menyerahkan bantuan dari masyarakat Aceh untuk Gaza. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved