Pemkab Pijay Kembali Gelar Isbat Nikah 275 Pasangan Suami Istri

Pemkab Pidie Jaya kembali menggelar isbat nikah 275 pasangan suami istri di Aula Majelis Permusyawaratan ulama (MPU) setempat, Senin (22/4/2019).

Pemkab Pijay Kembali Gelar Isbat Nikah 275 Pasangan Suami Istri
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Pemkab Pidie Jaya kembali menggelar isbat nikah terhadap 275 pasangan suami istri di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Senin (22/4/2019). 

Pemkab Pijay Kembali Gelar Isbat Nikah 275 Pasangan Suami Istri

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Pemkab Pidie Jaya kembali menggelar isbat nikah 275 pasangan suami istri di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat, Senin (22/4/2019).

Pelaksanaan isbat nikah tahun ini dilakukan dengan dana dari APBA dan APBK Pidie Jaya (150 pasangan dengan dana APBA, dan 125 pasangan dengan dana APBK). Tahun lalu, Pemkab Pijay melakukan isbat nikah terhadap 580 pasangan.

Kadis Syariat Islam (DSI) Pidfie Jaya, Ir Puteh Manaf, kepada Serambinews.com menyebutkan, kegiatan tersebut dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama sebanyak 175 pasangan dilaksanakan tiga hari (Senin-Rabu).

Sementara dua hari berikutnya atau Kamis-Jumat (25-26/4) sebanyak 125 pasangan.

Baca: Suami Istri Meninggal Disambar Petir

Baca: VIDEO - Suami Istri Pedagang Nasi Pecal di Ulee Kareng Tewas Dibacok Karyawan Sendiri

Baca: Pemkab Pidie Jaya Nikahkan Kembali 580 Pasangan Suami Istri, Ini Penyebabnya

Pada hari pertama, Senin (22/4/2019) kegiatan isbat nikah dibuka Bupati Pijay diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs H Abdul Syakur.

Ditargetkan sebanyak 75 pasangan selesai. Mereka berasal dari Kecamatan Ulim 50 pasangan, Kecamatan Meurahdua 15 pasangan dan Kecamatan Bandardua 10 pasangan.

Tujuan dilaksanakannya isbat nikah untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap peristiwa kependudukan serta peristiwa penting yang dialami masyarakat itu sendiri.

Tujuan lainnya adalah dalam upaya mewujutkan tertib administrasi kependudukan warga. Dengan memiliki buku nikah yang dikeluarkan KUA, sangat bermanfaat atau berguna bagi anak dan keluarganya itu sendiri untuk berbagai keperluan.

“Tanpa orangtuanya memiliki buku nikah, dipastikan anaknya sulit bahkan tak bias mengurus kepentingan lainnya,” paparnya lagi.

Isbat nikah dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Sertdakab Pijay, Drs H Abdul Syakur juga dihadiri Kadis Syariat Islam Aceh diwakili Ir Haris, UPD Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved