Penggantian Perangkat Tuha Peuet Disoalkan

Perangkat Tuha Peuet Gampong (TPG) Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, mempertanyakan penggantian mereka kepada keuchik

Penggantian Perangkat  Tuha Peuet Disoalkan
IST
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar didampingi Tuha Peuet Tgk H Muhammad Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) mem-peusijuek Majelis Tuha Lapan yang baru dikukuhkan di Kompleks Wali Nanggroe, Aceh Besar, Senin (23/7/2018). 

SIGLI - Perangkat Tuha Peuet Gampong (TPG) Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, mempertanyakan penggantian mereka kepada keuchik terpilih dan camat setempat. Soalnya, tidak ada pemberitahuan dan SK penggantian hingga kini.

“Setelah keuchik definitif Kamaluddin menjabat akhir 2018 lalu, seluruh pengurus TPG diganti yang baru tanpa sepengetahuan pengurus TPG kami,” kata Ketua TPG Mantak Raya, Mahdiah, kepada Serambi, Minggu (21/4).

Perangkat TPG lama masing-masing Mahdiah sebagai ketua, Iskandar AR wakil ketua, Sofyan Azis sekretaris, dan dua anggota masing-masing Zainadi dan Zulkarnaini. Kepenguruan mereka sejak 11 Mei 2015 sampai 11 Mei 2021.

Menurut dia, keuchik definitif dan camat telah berlaku tidak adil serta telah melecehkan TPG yang lama. Pihaknya telah mengadukan persoalan ini kepada camat sendiri maupun kepada bagian pemerintahan Setdakab Pidie sekaligus ditembuskan kepada sekretaris daerah dan wakil bupati.

Dengan tidak adanya pemberitahuan ini, kata Mahdiah, maka segala hal menyangkut persoalan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017 beserta pertanggungjawaban tahun 2017-2018 mesti dilakukan oleh keuchik definitif. Termasuk juga dalam hal ini serah terima dana gampong dari keuchik lama ke keuchik definitif.

Sebab, kata dia, semua yang dilakukan oleh keuchik terpilih tanpa sepengetahuan sedikitpun TPG yang lama. “Jika memang APBG tersebut ternyata diselewengkan, maka kami tidak segan-segan melaporkan ke ranah hukum sebagaimana aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam kondisi demikian, pihaknya meminta camat setempat Abd Manan SSos untuk memperjelas kembali SK tugas TPG yang lama. Hal ini agar tidak terkesan TPG lama dipergunakan saat posisi mobil mogok dan setelah hidup lalu ditinggalkan di tengah jalan.

“Karena SK tugas kami masih berlaku hingga 2021, maka persoalan ini patut diperjelas sehingga segala sesuatu terkait pengelolaan dana gampong jangan pernah dikait-kaitkan dengan TPG lama,” jelasnya.

Sibuk dengan Pemilu
Camat Simpang Tiga, Pidie, Abd Manan SSos kepada Serambi, Minggu (21/4), mengatakan, kesibukannya dengan tahapan pemilu pileg dan pilpres, maka SK pemberhentian TPG yang lama belum diserahkan pihaknya.

“Jika tidak ada halangan, saya perintahkan pihak Imum Mukim setempat pada Senin (22/4) agar segera menyerahkan SK pemberhentian tugas kepada mereka (TPG), “ ujarnya. Atasketerlambatan penyerahan SK tersebut, pihak kecamatan juga meminta agar persolan ini tidak dipermasalahkan lagi. Hal ini karena padatnya waktu dalam menyelesaikan segala persoalan yang berkaitan dengan pemilu. “Saya berharap agar TPG lama dapat menyikapi dengan lebih sejuk,” katanya.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved