Rutan Idi Harus Coblos Ulang

Panwaslih Aceh Timur merekomendasikan kepada KIP Aceh Timur untuk melaksanakan pemungutan suara lanjutan pemilihan anggota DPRK

Rutan Idi Harus Coblos Ulang
For Serambinews.com
Suasana memilih di Rutan Idi Aceh Timur, Rabu 17 April 2019. 

* Tak Ada Kertas Suara DPRK

IDI - Panwaslih Aceh Timur merekomendasikan kepada KIP Aceh Timur untuk melaksanakan pemungutan suara lanjutan pemilihan anggota DPRK di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Pasalnya, saaat pemilihan serentak Rabu lalu, tak ada kertas suara calon anggota DPRK.

Rekomendasi pemungutan suara lanjutan yang ditandatangani Ketua Panwaslih Aceh Timur, Maimun, tertanggal 19 April 2019, karena di Lapas Idi tidak didistribusikan surat suara untuk DPRK pada pemilu 17 April 2019 lalu.

“Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan yang diperoleh Panwaslih Aceh Timur, disimpulkan bahwa surat suara pemilihan DPRK Aceh Timur yang dilakukan di Lapas Idi tidak didistribusikan. Karena itu Panwaslih Aceh Timur merekomendasikan KIP Aceh Timur untuk melakukan pemungutan suara lanjutan pemilihan DPRK pada Lapas Idi,” tulis Ketua Panwaslih Aceh Timur, Maimun, dalam salinan surat yang diterima Serambi, Minggu siang.

Sementara itu, Ketua KIP Aceh Timur, Zainal Abidin, mengatakan, pemungutan suara lanjutan di Lapas Idi akan dilaksanakan pada Selasa (23/4) mendatang.

“Surat suara pemilihan lanjutan di Lapas Idi untuk memilih DPRK sudah kita siapkan sebanyak 88 surat suara, termasuk formulir dan keperluan lainnya di TPS. Berdasarkan DPTb tahap 3, jumlah pemilih DPRK untuk daerah pemilihan 1 di Lapas Idi sebanyak 88 orang,” jelas Zainal. Dikatakan, dengan dilaksanakan pemilihan lanjutan ini maka hak suara ke-88 narapidana di Lapas Idi tersebut akan terlindungi.

Sebelumnya, Rabu 17 April 2019 lalu, narapidana rumah tahanan negara (Rutan) Idi tidak memilih calon legislatif untuk DPRK. Mereka hanya memberikan hak pilihnya untuk calon presiden dan wakil presiden, calon DPD RI, DPR RI, dan DPR Aceh.

Sesuai aturan
Terkait hal ini, Zainal mengatakan, tidak ada pemilihan DPRK di Rutan Idi, karena berdasarkan Surat KPU Nomor 651, yang mana surat ini muncul berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi, yang menyebutkan Lapas Idi Aceh Timur pemilihnya berjumlah 317 non-DPRK.

“Jadi, berdasarkan Surat KPU Nomor 651 ini kita laksanakan pemilu di Lapas Idi hanya dengan 4 surat suara tanpa DPRK. Ini sudah kita eksekusi. Selanjutnya, Selasa 23 April 2019 mendatang, kita akan laksanakan pemilihan lanjutan untuk DPRK di Lapas Idi berdasarkan surat rekomendasi dari Panwaslih Aceh Timur,” jelas Zainal.

Jika sebelumnya pada 17 April 2019 secara bersamaan juga dilaksanakan pemilihan DPRK, jelas Zainal, maka tidak ada dasar hukumnya. Pun demikian Rabu pagi itu pihaknya sudah menyiapkan 77 surat suara untuk pemilihan DPRK di Rutan Idi untuk mengantisipasi, tapi akhirnya harus dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Sedangkan pemilihan lanjutan untuk DPRK di Lapas Idi logistik surat suaranya kita ambil dari surat suara pemungutan suara ulang (PSU) yang sudah tersedia di kantor KIP. Logistik lainnya sedang kita persiapkan,” jelas Zainal.

Bisa Dipidana
Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh Auzir Fahlevi SH, mengatakan, tidak didistribusikannya surat suara DPRK kepada pemilih di Lapas Idi merupakan tindakan pidana pemilu yang disengaja, terstruktur, sistematis, dan massif.

“Berdasarkan Pasal 510 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, maka tindakan yang dilakukan oleh KIP Aceh Timur itu adalah salah satu pelanggaran dan bisa dipidana,” jelas Auzir.

Oleh karena itu, kata Auzir, Panwaslih Aceh Timur diminta tidak menutup mata atau membela oknum-oknum yang bermain dengan mengeluarkan rekomendasi pemilihan ulang.

“Karena aturannya bukan begitu. Itu jelas pidana, karena itu Sentra Gakkumdu yang terdiri atas unsur Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan harus segera mengambil langkah-langkah hukum sesuai UU Pemilu,” pinta Auzir.(c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved