Kriminolog UUM: Lebih 2.000 Orang Pengguna Narkoba Menanti Hukum Gantung di Malaysia

Selain warga Malaysia, mereka berasal dari berbagai negara. Sekitar setengah dari narapidana itu adalah pengguna dan penyebar narkoba.

Kriminolog UUM: Lebih 2.000 Orang Pengguna Narkoba Menanti Hukum Gantung di Malaysia
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Hasan Basri M Nur (tengah) bersama kriminolog dan ahli kejiwaan University Utara Malaysia (UUM), Prof Madya Dr Jamaluddin Mustaffa (kiri) dan Prof Madya Kamal Ab Hamid (kanan), dalam International Conference on Islamic Civilization (ICOINIC II), di aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (23/4/2019). 

“Para mafia dadah menggunakan jalan tikus, jalur laut, sampai memasukkannya ke dalam dubur manusia sekali pun. Semua dilakukan karena mereka mendapatkan duit yang sangat banyak,” lanjut Kamal.

Prof Mustaffa dan Prof Kamal menyarankan kepada generasi muda agar tidak mencoba-coba dengan narkoba, karena ketika dicoba sekali maka akan ketagihan.

“Saat ketagihan apa pun akan dilakukan termasuk membunuh ibunya untuk mendapatkan duit,” kata Prof Mustaffa dibenarkan Prof Kamal.

Baca: Wali Kota Aminullah Usman Harap Mahasiswa Malaysia Promosikan Banda Aceh di Negaranya

Baca: Warga Aceh di Malaysia Kecewa tak Bisa Memilih Capres Jagoannya, Imbas Penciutan TPS Luar Negeri

“Di Malaysia bahkan ada hafiz quran yang ikut terkena dadah. Ketika dia selesai belajar hafiz di pesantren lalu pulang ke kampung dan salah dalam bergaul. Dia mencoba dadah, padahal selama di pesantren, merokok saja dia tidak mahu. Inilah yang saya maksud dadah tak mengenal siapa saja,” pungkas Prof Mustaffa.

Rombongan akademisi dari UUM Malaysia berangkat ke Banda Aceh sebanyak 40 orang dan berada di Banda Aceh selama lima hari (Senin-Jumat).

Selain ikut konferensi, mereka juga akan mengunjungi beberapa lembaga pemasyarakatan (LP) untuk melihat penanganan korban narkoba di Indonesia.

Mereka antara lain adalah Prof Dr Noor Azniza Ishak, Dr Siti Rozaina Kamsani, Prof Madya Dr Zawawi Abu Bakar, Zakaria bin Ramli, Muhammad Zulfaqar dan lain-lain.(*)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved