Warga Blokir Jalan PT Mifa

Massa dalam jumlah banyak asal Desa Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Senin (22/4), memblokir

Warga Blokir Jalan PT Mifa
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
PULUHAN warga memblokir jalan akses ke PT Mifa Bersaudara di kawasan Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Senin (22/4). 

* Buntut Penutupan Jalan Desa

SUKA MAKMUE - Massa dalam jumlah banyak asal Desa Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, Senin (22/4), memblokir jalan menuju ke PT Mifa Bersaudara di lintasan daerah tersebut, sehingga menyebabkan aktivitas pengangkutan batu bara terhenti total hingga sore hari.

Aksi warga itu sebagai bentuk protes terhadap sikap pihak perusahaan tersebit yang sebelumnya telah menutup badan jalan desa di daerah itu, sehingga menyebabkan akses warga menuju ke Meulaboh, Aceh Barat tertutup. sebagai pelampiasannya, warga yang geram melancarkan aksi balasan dengan nekat memblokade jalan utama perusahaan tambang batu bara itu hingga sore hari.

Amatan Serambi di lokasi, warga yang terlibat dalam aksi itu membentangkan batang pohon kayu besar melintang di badan jalan, sehingga semua kenderaan tidak bisa lewat. Akibatnya, puluhan truk pengangkut batu bara tidak bisa beraktivitas dan terpaksa berhenti di tengah jalan.

Meski badan jalan desa yang ditutup dengan timbunan tanah sejak beberapa hari lalu oleh pihak perusahaan telah dibuka kembali pada Senin siang, dengan menggunakan alat berat, warga tetap memblokir jalan itu hingga pukul 16.00 WIB. Bahkan, warga sempat makan siang secara bersama di tenga jalan tersebut.

“Kami tidak terima badan jalan desa yang tembus ke jalan perusahaan itu yang menjadi jalur kami menuju ke Meulaboh ditutup oleh pihak PT Mifa. Padahal, perusahaan di sini hanya numpang lewat melalui tanah warga,” ungkap Zulfan, salah seorang warga Desa Gunong Reubo, didampingi puluhan warga lainnya kepada Serambi, Senin (22/4), di lokasi.

Ia menerangkan, hingga sore hari, warga terus bertahan menunggu adanya penjelasan dari pihak perusahaan terhadap penutupan jalan desa mereka. Warga berharap, hal serupa tidak terulang kembali karena sangat meresahkan masyarakat setempat.

“Puluhan warga dari berbagai desa dari Nagan Raya dan kabupaten lainnya datang ke Dayah Muda Sufi untuk belajar agama. Namun dengan adanya penutupan badan jalan itu sudah menghambat akses ke dayah tersebut, sehingga pihak kita sangat keberatan atas kebijakan perusahaan tersebut,” kata Tgk Salman Saf, salah satu Pimpinan Zikir Sufi Muda yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Semenatara itu, Senior Manager Technical Service Engineering PT Mifa Bersaudara, Hadi Firmansah, didampingi Wakil Kepala Teknik Tambang, Fajar Harya Susilo, serta CSR dan Corcomm Manager, Azizon Nurza dalam rilisnya kepada Serambi, tadi malam, menjelaskan, terkait permintaan santri Pesantren Dayah Sufi Muda yang ingin menggunakan akses jalan khusus hauling tambang batu bara PT Mifa Bersaudara untuk menuju ke dayah mereka, manajemen PT Mifa telah melaksanakan komitmennya sesuai kesepakatan bersama pengurus dan pimpinan dayah tersebut pada 7 Februari 2019 lalu.

Diterangkannya, pimpinan dan pengurus Dayah Sufi Muda menyetujui penutupan jalan dan pembuatan tanggul mulai dari akses menuju ke dayah tersebut via jalan khusus hauling, bila jembatan atau gorong-gorong di Gampong Gunung Reubo selesai dibangun oleh perusahaan. “Setelah jembatan selesai dibangun, maka masyarakat umum dilarang melintasi jalan khusus hauling PT Mifa karena memiliki risiko besar terhadap keselamatan,” jelas Hadi dalam rilisnya.

Lebih lanjut, ujarnya, sebelum menandatangani kesepakatan terlebih dahulu sudah dilaksanakan pertemuan pada 19 Desember 2018, yang dihadiri langsung oleh Pimpinan Dayah Sufi Muda, Tgk Abu Chik Zahid didampingi Tgk Salman Saf dan Ulem Armia, selaku pengurus dayah yang menyetujui setelah dibangunnya jembatan atau gorong-gorong di

Desa Gunong Reubo yang merupakan akses menuju ke Dayah Sufi Muda, maka PT Mifa Bersaudara dipersilakan menutup dan membuat tanggul dari akses atau jalan masuk menuju Dayah Sufi Muda melalui jalan khusus hauling.

“Kami telah melaksanakan semua kesepakatan bersama pimpinan dan pengurus Dayah Sufi Muda dengan membangun jembatan di Desa Gunong Reubo, juga membantu meratakan halaman dayah, serta telah diserahterimakan bantuan pada 11 April 2019, sehingga para santri dan masyarakat yang ingin menuju Dayah Sufi Muda dapat melintasi akses jembatan tersebut,” tukas Hadi.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved