Di Aceh, Tiga Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia, 62 Petugas Jatuh Sakit

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri mengatakan, tiga orang meninggal dunia, dan 62 orang sakit akibat kelelahan menjalankan ..

Di Aceh, Tiga Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia, 62 Petugas Jatuh Sakit
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Ketua KIP Aceh,¬†Syamsul Bahri, didampingi Zainal Abidin, Ketua KIP Aceh Timur, memberikan keterangan pers kepada wartawan usai¬†mengikuti rapat koordinasi dengan KIP, Panwas, dan Kejaksaan, terkait kelanjutan pelaksanaan pemilihan lanjutan untuk DPRK di Rutan Idi, Aceh Timur, Rabu (24/4/2019). 

Di Aceh, Tiga Petugas Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia, 62 Orang Jatuh Sakit

 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Syamsul Bahri mengatakan, tiga orang meninggal dunia, dan 62 orang sakit akibat kelelahan menjalankan tugas dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

Baca: Dosen Unimal Juara Unggulan Lomba Cerpen Hari Bumi

Baca: Perburuan Burung Liar di Aceh Tengah Merajalela, Warga Minta Dihentikan

Baca: Jenazah Muhammad Ikram, Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda

“Tiga orang meninggal dunia, dan 62 orang sakit. Dan sejauh ini kita masih mendata jumlah korban sakit yang masuk,” jelas Syamsul Bahri, didampingi Zainal Abidin, Ketua KIP Aceh Timur, kepada Serambinews.com usai mengikuti rapat koordinasi dengan KIP, Panwas, dan Kejaksaan, terkait kelanjutan pelaksanaan pemilihan lanjutan untuk DPRK di Rutan Idi, Aceh Timur, Rabu (24/4/2019).

Ketiga petugas yang meninggal yakni, Sekretasi KPPS di Aceh Utara, petugas Linmas di Bireuen, dan Ketua KPPS di Bener Meriah.

“Rata-rata penyebabnya karena kelelahan,” jelas Syamsul, seraya menuyebutkan, KPU RI sedang membahas dengan Mendagri, terkait wacana pemberian konpensasi kepada korban yang meninggal dunia. Sedangkan, tingkat provinsi tidak ada konpensasi, karena tidak ada anggaran.

Ketua KIP Aceh itu, berharap agar pemerintah tempat petugas KPPS yang meninggal dunia diharapkan dapat memberikan penghargaan kepada para korban.

“Saya berharap kepada pemerintah daerah di Aceh, untuk memperhatikan mereka yang bekerja siang malam dengan honor kecil. Berikanlah insentif, karena dari KIP tidak ada anggaran, kami berharap Pemkabnya yang memberikan,” harap Syamsul Bahri. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved