Dosen Unimal Juara Unggulan Lomba Cerpen Hari Bumi

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Ayi Jufridar, meraih juara unggulan dalam Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) yang ...

Dosen Unimal Juara Unggulan Lomba Cerpen Hari Bumi
For Serambinews.com
Ayi Jufridar, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Lhokseumawe 

Dosen Unimal Juara Unggulan Lomba Cerpen Hari Bumi

 

Laporan Jafaruddin I Lhoksemawe

 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Ayi Jufridar, meraih juara unggulan dalam Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) yang digelar untuk memeringati Hari Bumi pada 22 April 2019.

Baca: Perburuan Burung Liar di Aceh Tengah Merajalela, Warga Minta Dihentikan

Baca: Jenazah Muhammad Ikram, Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda

Baca: Tim Medis Aceh Tengah Cek Kondisi Kesehatan Petugas Penyelenggara Pemilu, Siapa Saja Mereka

Berdasarkan pengumuman panitia, total jumlah naskah yang masuk adalah 1.653 cerpen dari 1.012 peserta untuk dua kategori, pelajar dan umum. Untuk kategori umum, jumlah naskah yang masuk 1.062 judul.

Dari jumlah tersebut, panitia hanya memilih tiga pemenang utama serta 11 pemenang unggulan. Dari daftar pemenang unggulan, karya Ayi Jufridar berjudul Köhlerboom berada di unggulan pertama.

“Cerpen pemenang utama dan unggulan pertama Kategori A serta pemenang utama dan seluruh unggulan Kategori B, akan dibukukan sebagai Antologi Cerpen Pemenang LCCCB ICLaw Green Pen Award 2019,” sebut panitia Naning Pranoto.

Dewan juri lomba cerpen Hari Bumi tersebut antara lain penulis nasional Naning Pranoto dan sastrawan yang juga dosen, Maman S Mahayana, serta sejumlah penulis lainnya. Untuk menghindari subjektivitas penilaian, tidak ada nama penulis dalam naskah sehingga juri tidak tahu penulisnya.

Menurut Ayi, cerpen Köhlerboom atau pohon Köhler terinspirasi oleh penebangan pohon geulumpang atau kepuh (sterculia foetida) pada 15 April 2015 silam karena perluasan halaman Masjid Baiturrahman Banda Aceh.

“Penebangan pohon itu sempat menimbulkan pro dan kontra. Sayangnya, akhirnya pohon bersejarah itu ditebang juga. Padahal, di titik itulah Jenderal Köhler mati ditembak sniper Aceh,” ungkap Ayi, Rabu (24/4/2019).

Dalam menulis cerpen itu, Ayi mengaku mendapat masukan referensi dari wartawan senior Yarmen Dinamika dan penulis sejarah Aceh, Iskandar Norman. Ayi mengaku memang menargetkan masuk unggulan dalam lomba cerpen Hari Bumi tersebut karena baru mengirimkan cerpen pada 30 Maret atau di hari terakhir penerimaan naskah.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved