Manajemen PT Mifa Minta Maaf Karena Pernyataannya di Media Merugikan Dayah Sufi Muda

Pihak Dayah Sufi Muda memprotes pihak PT Mifa, karena pernyataan seakan-akan PT Mifa telah banyak mengalirkan bantuan ke dayah tersebut.

Manajemen PT Mifa Minta Maaf Karena Pernyataannya di Media Merugikan Dayah Sufi Muda
Serambinews.com
Warga memblokir jalan pengangkutan batu bara PT Mifa Bersaudara di kawasan Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Senin (22/4/2019). 

Lebih lanjut, disebutkan, bahwa sebelum menandatangani kesepakatan terlebih dahulu sudah dilaksanakan pertemuan pada hari Rabu 19 Desembe 2018 lalu.

Pertemuan itu dihadiri Pimpinan Dayah Sufi Muda Tgk Abu Chik Zahid didampingi Tgk Salman Saf, dan Ulem Armia selaku pengurus dayah yang menyetujui setelah dibangunnya jembatan atau gorong-gorong di desa Gunong Reubo Akses Menuju Dayah Sufi Muda.

Maka PT Mifa Bersaudara dipersilahkan menutup dan membuat tanggul dari akses atau jalan masuk menuju Dayah Sufi Muda melalui jalan khusus hauling.

“Kami telah melaksanakan semua kesepakatan bersama pimpinan Dayah Sufi Muda dan Pengurus dengan membangun Jembatan di Desa Gunong Reubo juga membantu meratakan tanah halaman dayah dan telah diserah terimakan bantuan pada tanggal 11 April 2019. Sehingga para santri dan masyarakat yang ingin menuju Dayah Sufi Muda dapat melintasi akses tersebut,”kata Hadi saat itu.

Lebih lanjut, Hadi juga mengungkapkan bahwa saat pembuatan tanggul untuk penutupan akses lintasan di jalan Hauling milik perusahaan, juga dikawal langsung oleh pihak Dayah Sufi Muda dan beberapa staf dari perusahaan untuk memastikan semua kesepakatan yang sudah ditandatangani sebelumnya.

Baca: Massa dari Gunong Reubo Blokir Jalan PT Mifa, Aktifitas Pengangkutan Batu Bara Terhenti

Baca: YARA Anugerahkan Penghargaan Kepada PT Mifa Selaku Perusahaan Aktif Melaksanakan CSR di Aceh

Merugikan Dayah Sufi Muda

Pimpinan Dayah Sufi Muda di Gunung Reubo, Nagan Raya Tgk Abu Chik Zahid kepada Serambinews.com, Selasa (23/4/2019) membantah penyataan pihak perusahaan itu yang terkesan seakan telah banyak membantu dayah selama ini.

Padahal menurutnya, pihak perusahaan hanya membantu penanganan jalan saja dan itu pun jalan umum bukan milik dayah

“Selain itu, pihak perusahan hanya membantu meratakan tanah di dekat dayah, itu pun hanya tiga jam mereka lakukan menggunakan alat berat. Jika mereka katakan telah melaksanakan komitmennya, sangat kami sayangkan, yang seakan telah mengucurkan banyak bantuan kepada dayaha kami. Itu sama sekali tidak benar,” jelas Tgk Abu Chik Zahid.(*)

Baca: Suara Gerindra Meningkat pada Pemilu 2019, Klaim 4 Kursi DPR RI, 8 Kursi DPRA, 80 Kursi DPRK se-Aceh

Baca: Direktur Utama PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka, Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Baca: Derby Manchester United Vs Manchester City, Bakal Tentukan Nasib Liverpool Juara Liga Inggris

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved