Breaking News:

Polisi Hentikan Kasus Pamtup Bupati

Polres Aceh Barat menghentikan pengusutan kasus yang dilaporkan warga dari Kecamatan Arongan Lambalek

Editor: bakri
IST
Massa dari Desa Arongan Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat ketika menghadang bupati di halaman kantor camat setempat 

MEULABOH - Polres Aceh Barat menghentikan pengusutan kasus yang dilaporkan warga dari Kecamatan Arongan Lambalek terkait dugaan pemukulan oleh Aipda Ahmad Dahlan selaku ajudan Bupati Ramli MS, yang juga anggota pengamanan tertutup (Pamtub) bupati. Kedua pihak sudah menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

“Kasus itu sudah SP3 (surat perintah pemberhentian penyidikan). Ini karena kedua pihak sudah menyelesaikan dengan cara kekeluargaan,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK kepada Serambi, Selasa kemarin.

Menurutnya, penghentian pengusutan kasus ini setelah pihak pelapor mencabut laporan ke Polres dan Polsek serta menyerahkan surat perdamaian dan menyatakan bahwa kasus yang terjadi di Kantor Camat Arongan Lambalek diselesaikan dengan baik. “SP3 sudah keluar sepekan yang lalu,” katanya.

Seperti pernah diberitakan, Polres Aceh Barat meningkatkan status pengusutan kasus dugaan pemukulan oleh seorang anggota polisi, Aipda Ahmad Dahlan, terhadap warga yang menghadang Bupati Aceh Barat, Ramli MS, di Kantor Camat Arongan Lambalek, 20 Februari 2019. Ahmad Dahlan yang bertugas sebagai pamtup Bupati Aceh Barat itu pun resmi menjadi tersangka.

Kasus itu berawal saat serombongan warga yang berjumlah sekitar 30 orang menghadang Bupati Aceh Barat, H Ramli MS di halaman Kantor Camat Arongan Lambalek sesaat setelah membuka musrenbang di kecamatan tersebut, Rabu (20/2/2019) sekitar pukul 10.20 WIB. Menurut informasi, massa dari Desa Arongan itu datang untuk menemui Bupati Ramli MS guna menyampaikan persoalan desa yang kini belum diselesaikan oleh Pemkab Aceh Barat.

Merespons penghadangan mendadak itu, seorang Adc (aide-de-camp/ajudan) bupati dari unsur polisi berpangkat Aipda mencabut pistol dan disebut-sebut sempat mengarahkannya ke warga. Selain itu, juga dilaporkan terjadi pemukulan terhadap tiga warga oleh oknum polisi berpakaian bebas tersebut. Versi lain menyebutkan, ajudan mengeluarkan pistol karena massa semakin mendekat dan sempat terjadi dorong-dorangan, sehingga diantisipasi demi keselamatan bupati. Dalam peristiwa dadakan itu, sejumlah warga dilaporkan sempat terkena tonjokan dan tendangan dari sang ajudan.

Terkait kasus itu, tiga korban yang kesemuanya merupakan warga Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek, telah mencabut laporan mereka di Polres Aceh Barat, Kamis (29/3) lalu. Surat perdamaian sudah dibuat oleh kedua pihak, yakni pihak pertama anggota Polres selaku ajudan Bupati Ramli MS, Aipda Ahmad Dahlan (38), dan pihak kedua yakni Herman (47), Dedi Gunawan (28), dan Safrizal (56), yang tercatat sebagai warga Desa Arongan. Surat perdamaian diteken pada 28 Maret 2019 dan dibubuhi tanda tangan empat orang saksi serta diketahui keuchik.

Kapolres Aceh Barat AKBP Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral menjelaskan, dengan sudah dikeluarkan SP3 oleh penyidik, maka pihaknya sudah menyurati Kejari Aceh Barat untuk menyampaikan bahwa kasus itu sudah dicabut laporan dan sudah diselesaikan dengan damai. “Jadi meski berkas perkara perdana sudah dilimpahkan oleh penyidik ke jaksa, namun dalam kasus ini tidak diteruskan lagi ke pengadilan. Apalagi kasus itu merupakan pidana ringan. Kami sudah surati jaksa karena sudah SP3,” katannya.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved