4 Panitia di Aceh Meninggal Dunia

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sebanyak empat orang panitia penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019

4 Panitia di Aceh Meninggal Dunia
IST

* 47 Orang dalam Keadaan Sakit
* Total Meninggal jadi 146 Orang

BANDA ACEH - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sebanyak empat orang panitia penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Aceh meninggal dunia. Dua di antaranya meninggal sebelum pencoblosan dan dua orang lagi meninggal dalam dua hari terakhir.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Munawarsyah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, kepada Serambi, Selasa (23/4) malam. Selain empat orang yang meninggal dunia, KIP Aceh juga mencatat ada 47 orang petugas/panitia dalam keadaan sakit.

Adapun empat orang yang meninggal tersebut, pertama, anggota Linmas bernama M Isa (47) yang bertugas di PPS Jarommah Me, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Menurut Munawar, pada tanggal 15 April, pukul 08.00 WIB, almarhum sempat mengikuti pembekalan di GOR Geulempang Payong sampai dengan selesai.

Setelah itu pada pada pukul 14.00 WIB almarhum turut membantu mempersiapkan tempat pemungutan suara di desa itu. Selanjutnya yang bersangkutan pada tanggal 16 April pukul 08.30 WIB, mengikuti apel bersama di lapangan Raja Talo depan Kantor Camat Kuta Blang.

Pada pukul 14.00 WIB M Isa ikut serta dalam penerimaan logistik TPS sampai dengan sore hari. “Tepat pukul 20.00 WIB yang bersangkutan mulai pening dan muntah-muntah kemudian pada pukul 01.00 WIB beliau meninggal dunia di rumah abang kandungnya,” kata Munawarsyah.

Kedua, panitia penyelenggara Pemilu 2019 di Aceh yang meninggal adalah Munawarsyah (50), Ketua KPPS di Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Menurut dia, yang bersangkutan meninggal dunia saat penulisan dan pendistribusian form C6. “Almarhum mungkin kelelahan,” kata Munawarsyah.

Kemudian, T Syahril, Sekretaris Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Baktiya Aceh Utara juga meninggal dunia pada Selasa (23/4) sekira pukul 16.30 WIB meninggal di RSU Bunga Melati Lhokseumawe. Dan yang meninggal Rabu (24/4) sore kemarin adalah T Zainal (65) PPS Desan Asan, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

“Hingga saat ini berarti ada empat panitia penyelenggara pemilu di Aceh yang meninggal dunia. Dan 47 orang lainnya tercatat dalam keadaan sakit,” kata Munawarsyah.

Pihaknya hingga saat ini terus melaporkan update data tersebut kepada KPU RI di Jakarta. “Tentu kita berduka cita atas adanya petugas dan sahabat-sahabat kita yang meninggal dunia ini. Kita harap semua petugas untuk saling bergantian dalam proses rekapitulasi atau proses pengawalan agar kondisi kesehatan tetap fit,” demikian Munawarsyah.

Sementara jika mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Rabu (24/4) pukul 15.15 WIB, jumlah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia bertambah menjadi 144. Selain itu, 883 anggota KPPS dilaporkan sakit.

“Petugas pemilu kedukaan, sakit 883, wafat 144, total 1.027. Tersebar di 33 provinsi,” kata Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Jumlah terbanyak anggota KPPS meninggal dunia ada di Jawa Barat, yaitu 38 orang. Sementara jumlah terbanyak anggota KPPS yang sakit ada di Sulawesi Selatan, yaitu 191 orang. Baik anggota KPPS yang meninggal maupun sakit sebagian besar disebabkan karena kelelahan dan kecelakaan. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved