Aminullah Jadi Pembicara di Rakerwil Apeksi Sumatera, Ini Penekanannya

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, tampil sebagai pemateri di rapat kerja wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Sumatera ..

Aminullah Jadi Pembicara di Rakerwil Apeksi Sumatera, Ini Penekanannya
For Serambinews.com
Aminullah Usman menjadi pembicara┬ádalam rapat kerja wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Sumatera yang berlangsung di Ball Room Hotel CK, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/4/2019). 

Aminullah Jadi Pembicara  di Rakerwil Apeksi Sumatera, Ini Penekanannya 

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh   

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, tampil sebagai pemateri di rapat kerja wilayah (Rakerwil) I Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Sumatera yang berlangsung di Ball Room Hotel CK, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/4/2019). Rakerwil I yang dihadiri 24 Wali Kota/Wakil Wali Kota wilayah Sumatera bagian Utara ini dibuka Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Baca: Aminullah Jadi Pemateri di Tanjung Pinang, Nurmiaty Promosikan Kerajinan Aceh

Baca: Bazar Bawang Merah Pasar Tani, 400 Kg Ludes Terjual

Baca: Satpol PP dan WH Amankan Empat Anak Jalanan di Tempat Gelap dalam Taman Kota

Rakerwil I Apeksi Sumatera itu turut hadir Ketua Dewan Pembina Pengurus Apeksi Pusat, Airin Rachmi Diany dan sejumlah pejabat dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

Seusai seremonial pembukaan, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, langsung tampil sebagai pemateri dan memaparkan best practice pada sesi diskusi panel. Ada dua wali kota yang ditunjuk jadi pemateri, selain Aminullah juga tampil Wali Kota Pekanbaru, Firdaus.

Aminullah ada kesempatan itu mempresentasikan keberhasilan lembaga keuangan mikro, Mahirah Muamalah Syariah (MMS) di Banda Aceh yang dibentuk tahun lalu. MMS didirikan untuk membantu pembiayaan modal usaha kecil yang selama ini sulit mengakses pembiayaan dari perbankan.

Kehadiran MMS di Banda Aceh itu lanjutnya, menjadi salah satu program yang saat ini dinilai berhasil oleh kota-kota lainnya di Indonesia. “Atas dasar inilah kami diminta memaparkan keberhasilan program tersebut pada forum yang dihadiri 24 Wali Kota dari Komwil I Sumatera,” kata Aminullah.

Ia mengungkapkan tujuan mendirikan Mahirah Muamalah Syariah (MMS), selain membantu pembiayaan modal bagi masyarakat kecil, upaya Pemko Banda Aceh melepas masyarakat kecil dari belenggu rentenir.

Usaha kecil selama ini ujarnya sangat sulit melepaskan diri dari rentenir serta sulit bagi masyarakat kecil dalam mengembangkan usahanya.

“Kalau rentenir itu bunga yang terlalu besar, sehingga menjadi malapetakan bagi pedagang itu sendiri. Modal yang rata-rata mereka butuhkan di bawah Rp 5 juta saja. Tapi, dengan berurusan dengan rentenir akan membelenggu para pedagang kecil ini. Hadirnya MMS kami nilai menjadi solusi,” ungkap Aminullah.

Karena prihatin dengan apa yang dialami pedagang kecil yang ingin mengembangkan usahanya, atas dasar itulah, dirinya bersama Wakil Wali Kota, Zainal Arifin membentuk lembaga keuangan mikro syariah dengan nama Mahirah Muamalah Syariah dan sejak hadir MMS yang diresmikan 17 April 2018 lalu, sudah 1.010 debitur dari kalangan usaha kecil yang dibantu modal usaha.

“Ada 1.010 usaha kecil yang dibantu, totalnya mencapai Rp.4,3 miliar yang sudah dibantu. Rata-rata dibantu modal usaha di bawah Rp 5 juta,” sebut wali kota.

Kehadiran MMS itu juga berdampak turunnya angka pengangguran di Kota Banda Aceh mencapai 7,29 persen dari 12 persen dalam dua tahun terakhir, pungkas Wali Kota Aminullah.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved