Bersihkan Penyakit Batin Menyambut Ramadhan

Setiap muslim yang beriman kepada Allah, pasti akan menyambut bulan suci ini dengan gembira dan penuh suka cita

Bersihkan Penyakit Batin Menyambut Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Bustamam Usman SHI MA 

Penyakit ini bisa menyerang siapapun, bahkan termasuk orang yang paling kuat ibadahnya kepada Allah, tapi jika hatinya tidak bersih maka virus penyakit batin akan menimpanya.

Puasa di bulan Ramadhan menjadi obat yang dapat menghilangkan berbagai penyakit batin ini.

Dengan hilangnya penyakit hati, maka kita akan menjalani hidup nyaman, tenang, dan tidak resah dalam pergaulan dengan siapapun, karena hanya kepada Allah tujuan akhir hidup kita.

Baca: Mendapat Tekanan dan Diskriminasi dari Otoritas Cina, KWPSI Prihatin dengan Nasib Muslim Uighur

"Orang yang tidak berpenyakit hati dan batinnya, bisa memposisikan dirinya itu siapa, harus bagaimana dan berbuat seperti apa dengan proporsional. Hidupnya tidak dituntun oleh hawa nafsu, tapi aturan dan ridha Allah yang dicari.

Karena itu, hilangnya penyakit hati ini merupakan bekal dari bulan Ramadhan untuk 11 bulan berikutnya hingga bertemu dengan bulan Ramadhan lagi," jelasnya.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini menjelaskan, sebelum memasuki Ramadhan, umat Islam sudah bisa melakukan persiapan sejak bulan Rajab untuk sterilkan dari sifat-sifat tercela hingga berakhirnya bulan Syakban sebelum Ramadhan.

"Jika kita telah lulus seleksi Pra Ramadhan di bulan Rajab dan Syakban, sehingga jiwa raga kita akan adem dan bersih luar dalam. Maka dengan ‎begitu akan kita bisa merasakan dan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah, dan dosa-dosa kita yang telah berlalu akan diampuni semuanya," terangnya.

Baca: 30 Santri Pesantren Abu Lam U Belajar Jurnalistik ke Serambi Indonesia

Alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Muarrif Lam Ateuk Aceh Besar ini juga menjelaskan, puasa itu memiliki keistimewaan dibanding amalan lainnya.

Amalan lainnya akan kembali untuk manusia, yaitu dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan hingga lebih dari itu.

Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Allah khususkan untuk diri-Nya. Sehingga pahala puasa pun bisa tak terhingga pahalanya.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved