Bangun Mahirah Muamalah, Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Indonesia Innovation Award 2019

Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota, Aminullah Usman kembali menoreh prestasi di tingkat nasional.

Bangun Mahirah Muamalah, Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Indonesia Innovation Award 2019
For Serambinews.com
Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI Jumain Appe menyerahkan plakat Indonesia Innovation Award 2019 kepada Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Grand Ballroom The Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (25/4/2019) malam. 

Menurutnya, IIA 2019 dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan dan pemerintah daerah di Indonesia yang telah berhasil berkreasi dan inovatif dalam meningkatkan layanan, kinerja dan daya saing produk yang paling banyak mendapatkan rekomendasi dari masyarakat atau konsumen.

"Diharapkan penghargaan ini dapat memacu semangat dan motivasi baik bagi perusahaan maupun pemerintah daerah  untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan nasional baik dalam hal kemudahan pelayanan publik, transparansi, dan efesiensi untuk peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Semntara Aminullah Usman mengatakan penghargaan tersebut menjadi lebih spesial karena bertepatan dengan peringatan hari jadi Banda Aceh yang ke-814 tahun. 

"Lebih spesial lagi karena MMS juga berulang tahun pada 27 April. Ini tentu menjadi kado istimewa bagi Banda Aceh," katanya didampingi Dirut PT MMS T Hanansyah usai menerima penghargaan.

Mengenai pendirian PT MMS yang digagasnya sejak menjabat sebagai wali kota, Aminullah menyebutkan untuk membantu permodalan bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini tidak terjangkau oleh perbankan. 

"Bantuan yang  disalurkan mulai dari Rp 500 ribu, dan sudah 1.000 lebih pengusaha kecil yang kita bantu. Sementara nasabah sudah mencapai angka 3.000," katanya.

"Bantuan permodalan yang kita berikan ini  untuk memerangi rentenir yang banyak menjerat pengusaha kecil di Banda Aceh. Selain sangat merugikan mereka, praktik rente yang mengandung unsur riba juga bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh," katanya.

Ia menambahkan, pendirian PT MMS merupakan salah satu upaya Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Banda Aceh adalah kota perdagangan dan jasa. Oleh karena itu, para pengusaha khususnya di dunia UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kota perlu mendapat perhatian khusus."

"Harapan kita ke depan, pelaku usaha yang telah dibantu melalui PT MMS dapat semakin maju usahanya dan mandiri. Kemudian kita juga mendorong lahirnya sebanyak mungkin entrepreneur baru di Banda Aceh sehingga semakin banyak pula lapangan kerja yang terbuka dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved