Jalan Depan Pelabuhan Ulee Lheue tak Dapat Dilintasi, Pemko Banda Aceh Buka Jalur Alternatif

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, akhirnya memilih membuka jalan alternatif di dalam kompleks Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, setelah upaya nego..

Jalan Depan Pelabuhan Ulee Lheue tak Dapat Dilintasi, Pemko Banda Aceh Buka Jalur Alternatif
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman didampingi Kadishub Banda Aceh, Muzakkir Tulot meninjau pembukaan jalan di kompleks Pelabuhan Ulee Lheue, jalur alternatif bagi warga untuk melintas menuju dari arah Ulee Lheue ke Gampong Pande dan Gampong Jawa atau sebaliknya, Jumat (26/4/2019). 

Jalan Depan Pelabuhan tak Dapat Dilintasi, Pemko Buka Jalur Alternatif 

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, akhirnya memilih membuka jalan alternatif di dalam kompleks Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh, setelah upaya negosiasi pembebasan sebidang tanah (persil) dengan pemilik yang selama ini tanahnya tidak dapat dilintasi dan berada di depan pagar UPTD Pelabuhan Ulee Lheue, menemui jalan buntu.

 

Baca: BPBD Aceh Tengah Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana

Baca: Hasil Kejuaraan Asia 2019 - Tumbangkan Wakil China, Marcus/Kevin Lolos ke Semifinal

Baca: Ini Titik Longsor dan Jumlah Rumah Rusak Akibat Banjir Tangse Menurut Data BPBD Pidie

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman kepada Serambinews.com, Jumat (26/4/2019). Menurutnya, pembukaan jalur alternatif menggunakan tanah milik pelabuhan, merupakan solusi yang harus dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh, setelah pemilik tanah bersikukuh dengan harga yang diinginkan, yakni Rp 4 juta per meter.

Harga yang diinginkan oleh pemilik tanah tersebut sangat tinggi dan jauh dari ketetapan harga yang telah dinilai tim penilai independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yakni Rp 1,6 juta per meter persegi.

Sementara pemilik tanah itu tetap bersikukuh pada pendiriannya, baru melepaskan tanah miliknya itu dengan harga Rp 4 juta per meter.

“Karena tidak ada solusi dan berbagai upaya negosiasi telah kita lakukan, tapi tetap menemui jalan buntu, sehingga pemerintah harus mencari solusi yang terbaik untuk tujuan kepentingan umum dan kepentingan masyarakat. Kami akan melakukan berbagai cara agar masyarakat luas betul-betul merasakan kenyamanan. Akhirnya, solusinya kami akan buka jalan dari kompleks pelabuhan,” ungkap Aminullah.

Untuk pembukaan jalan melintasi Kompleks Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh itupun, lanjut Aminullah telah mulai dipacu mulai 23 April 2019 sampai dengan hari ini yang ikut diawasi oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banda Aceh, Muzakkir Tulot, sehingga ditargetkan selesai dan dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua dan empat, minggu depan, antara tanggal 1 atau tanggal 2 Mei 2019.

“Saya sudah turun langsung tadi melihat dan mengawasinya. Saya intruksikan agar disegerakan supaya cepat dilintasi oleh masyarakat yang datang dari arah Ulee Lheue ingin menuju ke Gampong Pande atau ke Gampong Jawa, begitu juga sebaliknya,” pungkas Wali Kota Aminullah.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved