Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi, Kwik Kian Gie: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM

Menurut Kwik Kian Gie demokrasi seharusnya menghormati pendapat siapa saja lantaran pemilihan umum adalah Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi, Kwik Kian Gie: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM
Indonesia Business Forum, tvOne
Kwik Kian Gie menceritakan sempat peringatkan Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri sebelum menjual saham Indosat, Rabu (3/4/2019). 

Selain KPPS yang meninggal karena sakit, sebagian besar juga disebabkan kelelahan dan kecelakaan.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), KPU berencana memberikan santunan kepada keluarga KPPS yang meninggal dunia dan anggota yang sakit.

Meski begitu belum ada kepastian mengenai besaran anggaran santunan yang disetujui oleh Kemenkeu.

Baca: Keberadaan Rian Subroto Masih Misterius, Tim Hukum Vanessa Angel Buat Sayembara Berhadiah Umrah

Baca: Prabowo Sebut Pemilu Curang, Sandiaga Uno Yakin Pemilu Jujur dan Adil

"Kemarin kita sudah rapat (dengan Kemenkeu). Sampai dengan hari ini, prinsipnya (usulan santunan) sudah disetujui," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

"Tinggal Kementrian Keuangan akan menetapkan besarannya berdasarkan usulan kita, cuma saya belum update apakah usulan kita disetujui seratus persen atau tidak," sambugnya.

Dalam pembahasannya, KPU mengusulkan, besaran santunan untuk keluarga korban meninggal dunia kisaran Rp 30-36 juta.

Dan untuk KPPS yang mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan kecacatan, dialokasikan Rp 30 juta.

Sementara untuk korban luka, besaran santunan yang diusulkan ialah Rp 16 juta. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Kwik Kian Gie Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM

Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved