Banjir Rusak Lima Rumah

Banjir yang menerjang Kecamatan Tangse, Pidie pada Kamis (25/4) sore telah menyebabkan lima rumah rusak

Banjir Rusak Lima Rumah
SERAMBI /NUR NIHAYATI
KORBAN banjir di Gampong Ranto Panyang, Kecamatan Tangse, Pidie, Jumat (26/4) membersihkan sisa lumpur akibat banjir luapan terjadi Kamis (25/4)sore. 

* Longsor Putuskan Jalan Tangse

SIGLI - Banjir yang menerjang Kecamatan Tangse, Pidie pada Kamis (25/4) sore telah menyebabkan lima rumah rusak, satu di antaranya rusak parah. Jalan di kawasan Tangse juga putus, seiring empat titik jalan ditutupi material longsor dari perbukiatan.

Jalan putus terdapat di perbatasan Gampong Blang Bungong dan Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Pidie, sehingga jalur mobil penumpang L-300 dari Beureunun-Tangse ke Meulaboh dialihkan melalui jalan kampung. Aiyub (40) warga Blang Dhot Tangse ditemui di lokasi mengatakan, mobil L-300 harus memutar dari Blang Teungoh ke Layan hingga Keudee Tangse.

“Lebih jauh sekira 8 Km dari jalan biasanya,” katanya. Penumpang L-300 yang ditemui di Blang Bungong Tangse mengkhawatirkan jalan putus ini, karena jalur alternatif melewati kebun dan jalan gampong. “Kita khawatir pada malam hari, karena jalan sepi,” ujar Ima, seorang penumpang L-300 yang turun di Tangse dari Meulaboh.

Sementara, lima rumah rusak akibat banjir milik Bahagia (45) di Gampong Ranto Panyang dan empat rumah rusak ringan milik Saidah, Razali Ben, M Yunus dan Sapuri M Risyad.

Kasi Kedaruratan BPBD Pidie, Ir Wahidin bersama Serambi yang ikut dalam rombongan menggunakan mobil double cabin melewati jalan sisa lumpur banjir, pada Jumat (26/4). Hasil pemantauan, ada empat titik jalan longsor yakni di Gampong Blang Tengoh tiga titik dan satu titik di Gampong Pulo Seunong.

Untuk titik longsor sudah dikerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Namun demikian, masyarakat juga bergotong-royong membersihkan dengan cangkul, sekrup dengan cara memindahkan material longsor jalan bisa dilintasi lagi, walau harus hati=-hati.

Berdasarkan data di BPBD Pidie, banjir hanya menerjang empat Gampong di Tangse, yakni Ranto Panyang paling parah, kemudian Blang Bungong, Blang Teungoh dan Pulo Seunong. Di Pulo Seunong, sebanyak 10 rumah terkena sisa lumpur banjir, tetapi pada Jumat pagi sudah dibersihkan.

Menurut Wahidin, mengantisipasi banjir perlu dilakukan peningkatan jalan tebing sungai dan satu alat berat untuk membersihkan longsor di jalan Ranto Panyang. “Jalan desa blang tengoh, ada tiga titik longsir, Pulo seunong satu titik,” ujarnya.

“Harus dilakukan normalisasi sungai di Pulo Seunong sepanjang 3 km, selain jalan desa juga rusak” ujar Ir Wahidin, Kasi Kedaruratan BPBD Pidie.

Sementara itu, para korban banjir di Gampong Ranto Panyang, Kecamatan Tangse, Pidie masih menyisakan trauma. Meskipun banjir telah surut pada Kamis (25/4) pukul 22.00 WIB, namun warga masih was-was, karena cuaca di dataran pegunungan tinggi itu masih diselimuti mendung.

Bahagia (35), korban banjir mengatakan, rumahnya bagian dapur sudah amblas dan bagian depan rusak parah. “Air bah datang pada sore hari begitu cepat dari perbukitan lereng-lereng gunung, terus menghantam jalanan dan rumah kami,” ungkapnya.

Dia mengaku berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor ke kawasan aman di dekat rumahnya. Sedangkan Marzuki (43), sempat terkejut,, karena putrinya bernama Nurjannah (10) sempat terhimpit di batang kayu di samping rumah. “Kami membantu menyelamatkan, Alhamdulillah anak saya selamat setelah terhimpit kayu,” tuturnya.

Sementara itu, hingga Jumat (26/4) pukul 10.00 WIB korban banjir belum mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga mereka kebingungan dan sangat berharap bantuan.”Kami belum mendapat bantuan apapun, padahal kami sejak semalam dilanda banjir,” kata Bahagia yang mengaku tidak mengungsi, tetapi tetap menetap di sisa rumahnya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved