PA Masih Kuasi DPRA

Partai politik (parpol) peserta Pemilu mulai menghitung-hitung perolehan suara hasil pencoblosan 17 April 2019

PA Masih Kuasi DPRA
IST

Sedangkan PNA, Partai SIRA, dan PDA dengan percaya diri menyampaikan klaim bahka kursi yang mereka raih meningkat. PNA misalnya, dari sebelumnya hanya dapat tiga kursi, kini mengklaim dapat tujuh-delapan kursi yang diraih dari beberapa dapil di Aceh.

Begitu juga dengan PDA, dari sebelumnya hanya mendapat satu kursi, kini memperoleh empat kursi. Kursi-kursi itu diraih dari dapil 1, 2, 5, dan dapil 6. “Kemungkinan bertambah satu kursi di dapil 9,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDA, Tgk Razuan.

Partai SIRA juga memprediksi mendapat hasil positif pada Pemilu 2019. Partai besutan Muhammad Nazar SAg ini mengklaim bisa meraih lima kursi yang tersebar di dapil 2, 5, 7, 9, dan dapil 10. “Kemungkinan dapil 1 juga dapat,” ungkap Sekjen Partai SIRA, Muhammad Daud.

Hasil itu akan mengubah komposisi keterwakilan partai di DPRA. Selama ini, hanya PA yang dominan sejak Pemilu 2009. Meski raihan kursi tiga parlok itu tidak menyeimbangi PA, setidaknya mereka bisa membentuk satu fraksi nantinya, jika kursi yang mereka klaim itu benar-benar berhasil diraih.

Pengamat Politik Aceh, Dr Effendi Hasan MA mengatakan dominasi parlok di parlemen menjadi sesuatu yang menarik. Sebelum hari pencoblosan, kata dia, ada yang memprediksi kursi PA di DPRA akan turun drastis, tapi ternyata masih jadi pemenang.

“Pandangan ini dilatarbelakangi ketika caleg PA yang telah duduk di DPRA banyak program yang dilakukan tidak prorakyat. Namun, prediksi tersebut terbalik. Dari hasil pemilu serentak tahun 2019 PA masih mendominasi perolehan kursi DPRA,” katanya.

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah ini menambahkan, PA masih mendominasi kursi DPRA disebabkan oleh loyal-votes (pemilih setia). PA dianggap sebagai partai yang mampu memperjuangkan nilai-nilai perjuangan rakyat Aceh yang tertuang dalam UUPA.

“Mereka merupakan pemilih-pemilih loyal PA yang berada di daerah-daerah basis perjuangan sebelumnya. Bagi pemilih loyal ini mereka menganggap PA merupakan satu partai politik yang lahir dari perjuangan rakyat Aceh selama 29 tahun, juga lahir dari rahim MoU Helsinki,” tukas dia. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved