Penggelembungan Suara Diduga Marak

Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Utara melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

Penggelembungan Suara Diduga Marak
IST
SAFWANI, Komisioner Panwaslih Aceh Utara

* Demokrat Laporkan PPK dan KIP ke Panwaslih

LHOKSUKON - Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Utara melaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Geureudong Pase dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara sebagai terlapor I dan II ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), Kamis (25/4).

Kedua penyelenggara pemilu itu dilaporkan karena di Kecamatan Geureudong Pase diduga terjadi penggelembungan suara untuk sejumlah partai politik lain.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPC Partai Demokrat Aceh Utara, Wahyu Saputra, kepada Serambi, Jumat (26/4), menjelaskan, partainya melaporkan kasus dugaan pelanggaran administrasi di tingkat kecamatan karena tidak diserahkan DAA1 kepada saksi kecamatan yang hadir.

Selain itu, ada perbedaan rekap suara di form C1 dan DAA1. “Kita minta Panwaslih untuk memerintahkan PPK Geureudong Pase melakukan penghitungan ulang,” ujarnya.

Perbedaan hasil rekap DAA1 dengan Form C1 terhadap sejumlah partai lain, menurut Wahyu, mengindikasikan adanya penggelembungan suara. Sehingga dikhawatirkan nanti berdampak terhadap peringkat Partai Demokrat.

Disebutkan, pihaknya kini sedang menginventarisir berapa jumlahnya perbedaan suara form DAA1 dengan C1 dan itu akan terungkap dalam sidang nanti. “Perbedaan suara di form tersebut mencapai 500 suara,” katanya. Ia curiga kejadian yang sama juga terjadi di sejumlah kecamatan lain.

Ketua PPK Geureudong Pase, Nasruddin, menyebutkan pihaknya sudah mengadakan pleno di kecamatan pada 20-21 April 2019. Saat pleno, menurutnya, tidak ada satu pun saksi yang mengajukan keberatan terkait hasil rekap suara. “Jika memang keberatan silakan sampaikan kepada Panwaslih Aceh Utara,” kata Nasruddin.

Sementara Koordinator Divisi Pelanggaran Penindakan Panwaslih Aceh Utara, Safwani SH, kepada Serambi, kemarin, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan sudah meneliti apakah laporan tersebut sudah lengkap unsur formil dan materilnya atau belum pada Kamis (24/4) malam.

“Hasil keputusan sidang, laporan dapat diterima. Hari ini (kemarin-red), kita menggelar sidang perdana untuk pemeriksaan,” jelas Safwani.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved