129 Santri Daarut Tahfizh Diwisuda

Sebanyak 129 santri Daarut Tahfizh Al Ikhlas diwisuda. Tiga di antaranya merupakan lulusan terbaik

129 Santri Daarut Tahfizh Diwisuda
SERAMBI/MASRIZAL
KEPALA Kantor Kemenag Banda Aceh, Drs Asy’ari menyerahkan piagam kepada santri syahadah 30 juz MTsT Daarut Tahfizh Al Ikhlas yang diwisuda di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (27/4). 

BANDA ACEH - Sebanyak 129 santri Daarut Tahfizh Al Ikhlas diwisuda. Tiga di antaranya merupakan lulusan terbaik dengan predikat syahadah 30 juz Alquran yaitu Syayoga Friangga Adha, Riefky Harsya, dan Muhammad Irsyadul ‘Ibadi.

Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (27/4). Mereka yang diwisuda merupakan lulusan Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) sebanyak 46 siswa, Madrasah Tsanawiyah Terpadu (MTsT) sebanyak 56 siswa, dan Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) sebanyak 27 siswa.

Pada wisuda itu, para lulusan juga diberi pakat dan piagam oleh Ketua Yayasan Ketua Yayasan Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Ir H Irwansyah bersama Mudir Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Ustaz H Zulfikar MA, dan Kakan Kemenag Banda Aceh, Drs Asy’ari.

Mudir Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Ustaz Zulfikar dalam sambutannya mengatakan para santri yang diwisuda merupakan santri yang telah menyelesaikan program pendidikan yang diajarkan di lembaga pendidikan setempat.

Dari 129 santri yang diwisuda, ada beberapa santri yang berprestasi. Yaitu tiga orang lulus dengan predikat syahadah (bisa menghafal dan mengulangnya) 30 juz Alquran dan 11 orang lulus telah khatam 30 juz Alquran.

Selain itu, ada enam santri tingkat MIT yang mampu menyelesaikan hafalan lima juz Alquran. Malah satu orang sudah menyelesaikan 28 juz atas nama T Khairul Ihsan dan menjadi penghafal hafalan tertinggi dikalangannya. Sedangkan dari tingkat MTsT hanya satu orang yang sudah menyelesaikan hafalan 15 juz, yaitu Kamil Mumtaz.

Sementara Kakan Kemenag Banda Aceh, Drs Asy’ari dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran orang tua dalam dunia pendidikan sangat penting, bukan saja menjadi tanggung jawab lembaga pendidik.

Dia meminta setiap orang tua mendukung anak-anaknya dalam menghafal Alquran. Sehingga setiap desa di Aceh bisa lahir hafiz dan hafizah sebagai pelita dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita inginkan anak-anak tidak hanya mampu menghafal satu juz atau 20 juz, tapi bagaimana anak-anak kita mencintai Alquran sehingga mendapat ridha Allah,” kata As’ary di hadapan para tamu.

Prosesi wisuda itu selain disaksikan oleh Kepala MAT, M Yusuf Jamil MA, Kepala MTsT, Muhd Rona Fajri SPdI MPd, dan Kepala MIT, Nuzul Azmi, SPdI juga disaksikan oleh para wali santri yang hadir pada acara itu.

Di tempat terpisah, sebanyak 27 murid PAUD Salsabila melakukan tasyakkur dan perpisahan di Aula Mawady Nurdin, lantai IV Setdako Banda Aceh, Sabtu (27/4). Kegiatan itu turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Pada kegiatan itu, murid PAUD menampilkan sejumlah tarian daerah dan kesenian lainnya di hadapan Wali Kota Aminullah, Kepala PAUD Salsabila Ferdian MEd, dan para wali murid.

Dalam kesempatan itu, Aminullah menyampaikan apresiasi para guru yang membimbing dan mendidik generasi muda Banda Aceh. Menurutnya, tugas guru di PAUD tidaklah mudah, mereka membentuk karakter anak-anak dari nol sampai bisa.

Aminullah juga meminta kepada para wali murid untuk mengawal proses tumbuh kembang anaknya sejak dini. Dia mengatakan bahwa edukasi sejak dini penting diterapkan. “Di PAUD anak-anak kita diajarkan ilmu agama dan keterampilan lainnya. Sedangkan, orang tua wajib mengawal anaknya supaya apa yang dipelajari di PAUD ini bisa menjadi bekal saat masuk Sekolah Dasar (SD) nanti,” harapnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved