Boat Tenggelam Dihantam Badai

Boat nelayan dengan nama KM Poklah milik warga Aceh Barat dilaporkan pada Sabtu (27/4) kemarin

Boat Tenggelam Dihantam Badai
SERAMBI/RIZWAN
BOAT KM Poklah milik nelayan asal Aceh Barat yang tenggelam saat labuh jangkar ditarik ke muara Krueng Cangkoi, Meulaboh oleh boat berkapasitas besar, Sabtu (27/4). 

* Nelayan Diminta Hati-hati Saat Melaut

MEULABOH - Boat nelayan dengan nama KM Poklah milik warga Aceh Barat dilaporkan pada Sabtu (27/4) kemarin, tenggelam karena dihantam badai ketika sedang labuh jangkar di perairan Meulaboh. Beruntung, karamnya kapal berkapasitas 3GT yang dipawangi Een itu tidak sampai jatuh korban jiwa, meski boat tersebut mengalami kerusakan sangat parah.

Informasi yang diperoleh Serambi, Sabtu kemarin, menyebutkan, saat kejadian KM Poklah sedang labuh jangkar di laut Meulaboh. Tiba-tiba, badai yang disertai hujan deras itu melanda perairan Meulaboh sehingga membuat boat tersebut tenggelam. Beruntung, para nelayan yang berada di dalam boat tersebut berhasil menyelamatkan diri. Pada Sabtu sore kemarin, KM Poklah yang tenggelam itu berhasil ditarik ke muara Krueng Cangkoi oleh sebuah boat lain yang berkapasitas lebih besar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Firmansyah kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, boat itu tenggelam ketika sedang labuh jangkar. Namun begitu, ujarnya, musibah tersebut tidak sampai mengakibatkan jatuh korban jiwa. “Boat yang tenggelam itu sudah ditarik ke muara untuk dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Pada bagian lain, Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin, didampingi Sekjen, Nanda Firmansyah, mengimbau, nelayan di daerah itu untuk waspada dan berhati-hati saat melaut karena saat ini ombak besar yang disertai angin kencang sedang melanda perairan barat selatan Aceh. “Waspadai terhadap angin dan ombak besar, segera mencari tempat berlindung jika ada badai,” imbaunya.

Ia menyebutkan, cuara buruk itu diprediksi akan terjadi hingga tiga hari ke depan, sehingga para nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, paparnya, jika keadaan tidak memungkinkan, para nelayan diharapkan tidak melaut untuk sementara waktu sambil menunggu cuaca buruk segera berlalu. “Kalau cuaca buruk, sebaiknya tidak melaut dulu. Tunggu hingga cuaca kembali membaik demi keselamatan jiwa dan boat,” pinta dia.

Pada kesempatan itu, Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Firmansyah membeberkan, pihaknya bersama pemilik boat kini sedang memantau sebuah boat asal Aceh Barat di laut lepas. Pasalnya, dari laporan melalui radio khusus nelayan, bahwa boat tersebut mengalami kebocoran dan kerusakan mesin sehingga terombang-ambing di tengah laut. “Kita sudah menghubungi sejumlah boat yang dekat dengan lokasi untuk memberikan bantuan penyelamatan,” tukasnya.

Sementara itu, beberapa pedagang ikan di Pasar Ujong Baroh Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu kemarin, mengakui bahwa cuaca buruk telah berlangsung sekitar 3 hari di wilayah itu membuat hasil tangkapan nelayan menurun. Dampaknya, harga jual ikan basah pun mulai mengalami kenaikan meski tidak terlalu tinggi. “Harga naik sedikit. Ini karena stok ikan yang berkurang,” tandas Jailani, seorang pedagang ikan.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved