BPJS Kesehatan Kunjungi Pulo Aceh

BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Rabu dan Kamis (24-25/4) berkunjung Pulo Aceh

BPJS Kesehatan Kunjungi Pulo Aceh
acehraya.co.id
Pasie Demiet kawasan Gugop, Pulo Aceh. 

BANDA ACEH - BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Rabu dan Kamis (24-25/4) berkunjung Pulo Aceh, Aceh Besar. Kunjungan itu untuk menyapa masyarakat pulau terpencil guna memberikan akses pelayanan kesehatan.

Tujuan kedatangan BPJS Kesehatan ke Pulo Aceh guna ‘menjemput bola’, dengan mendaftarkan masyarakat pulau sebagai peserta jaminan kesehatan. Sekaligus sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya jaminan sosial kesehatan bagi dirinya sendiri dan keluarganya.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, TM Afandy mengatakan, saat ini masih ada ratusan jiwa masyarakat pulau tersebut belum terdaftar sebagai peserta. Sehingga hal itu dapat merugikan masyarakat.

“Alasan kenapa kita menyambangi Pulo Aceh karena pulau ini adalah salah satu pulau terpencil yang terdapat di Aceh, saat ini masih ada 700 jiwa yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, jika mereka ke Kantor BPJS Kesehatan masyarakat harus merogoh kocek hampir Rp 100 ribu , tentu akan dirasa berat bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan,” jelas TM Afandy.

Sehingga BPJS Kesehatan berinisiatif berkunjung kesana, untuk memberikan kemudahan dengan membuka kanal pendaftaran bagi masyarakat yang belum terdaftar.

Pembukaan kanal pendaftaran dan pemberian informasi tersebut dilaksanakan di empat lokasi, yang dihadiri warga dari 17 desa dari Pulau Nasi dan Pulau Breuh yang merupakan bagian dari gugusan Pulo Aceh.

TM Afandy menambahkan, Pemerintah Aceh memberikan perhatian dalam hal kesehatan kepada masyarakatnya yang berada dipelosok dan terpencil dalam bidang kesehatan. Hal ini terbukti dengan terintegrasinya jaminan kesehatan daerah Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) ke dalam Program JKN-KIS dan Aceh telah dikategorikan sebagai daerah Universal Health Coverage (UHC).

“Puskemas di Pulo Aceh tetap melayani fungsi dan tugasnya sebagai pusat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena tidak adanya jaringan data dan koneksi internet untuk mengecek apakah masyarakat tersebut sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS atau belum,” ujarnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved