Kontraktor Mulai Bangun Pusat Wisata Kuliner di Pinggiran Krueng Aceh, Ini Bentangan Lokasinya

Setiap menggerakkan alat berat diupayakan tidak menyentuh kabel Telkom dan listrik yang berada di atas pinggiran toko, hingga bisa membuat kabel telep

Kontraktor Mulai Bangun Pusat Wisata Kuliner di Pinggiran Krueng Aceh, Ini Bentangan Lokasinya
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis Perkim Kota Banda Aceh sedang melihat pekerjaan pemancangan tiang pancang kelanjutan pelaksanaan proyek revitalisasai Krueng Aceh sebagai kawasan kulinar wisata sungai di Kota Banda Aceh, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PT Putra Ananda, selaku kontraktor pelaksana kelanjutan revitalisasi tahap II proyek pinggiran Krueng Aceh, telah memulai pelaksanaan pekerjaan fisik pinggiran proyek Krueng Aceh sejak 13 April 2019 lalu.

“Kegiatan pembangunan fisik yang telah kita lakukan di lokasi proyek antara lain, membangun tempat pemondokan kerja buruh, pembersihan lokasi proyek, pengukuran lapangan, pemotongan besi, memasukkan besi bulat untuk tiang pancang ke lokasi proyek dan pengeboran tiang pancang,” kata Pengawas Pelaksana Lapangan PT Putra Ananda, Aulia Rahman kepada Kadis Perkim Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin di lokasi proyek pinggiran Krueng Aceh kawasan Pasar Peunayong Banda Aceh, Minggu (28/4).

Aulia Rahman mengatakan, jumlah besi bulat untuk tiang pancang yang baru masuk sekitar 65 batang dari 164 batang yang dibutuhkan.

Untuk memasukkan besi bulat tiang pancang ke lokasi proyek, dari jalan aspal ke pinggiran Krueng Aceh memang dekat sekitar 50 meter, melalui lorong selebar 6 meter, tapi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Baca: Jual Bensin Eceran di Depan SPBU, Foto Pedagang Ini Viral

Baca: Bule Awak Yacht Ikut Meriahkan Fun Bike dan Fun Walk Sabang

Baca: Hotman Paris Bocorkan Obrolan Yusuf Subrata saat Tahu Skandal Cut Tari dengan Ariel NOAH

Kecuali itu, jalan yang digunakan untuk penumpukan tiang pancang sangat ramai dilalui kenderaan umum.

Di pinggiran pertokoannya juga banyak jaringan telepon dan listrik, operator alat berat yang membantu memindahkan tiang pancang dari jalan aspal ke lorong pinggiran Krueng Aceh, harus selalu melihat ke atas jaringan telepon dan listrik.

Setiap menggerakkan alat berat diupayakan tidak menyentuh kabel Telkom dan listrik yang berada di atas pinggiran toko, hingga bisa membuat kabel telepon dan listrik jadi putus.

Kadis Perkim Kota Banda Aceh Ir Jalaluddin MT mengatakan, untuk melaksanakan pekerjaan lanjutan pembangunan tempat wisata kuliner di pinggiran Sungai Krueng Aceh, di kawasan Pasar Peunayong, mulai dari Jembatan Pasar Peunayong sampai Hotel Medan, PT Putra Ananda, diberikan waktu selama delapan bulan.

Ini artinya pada bulan Desember 2019 nanti, harus selesai.
Nilai kontrak pembangunan tempat kuliner wisata itu, kata Jalaluddin sekitar Rp 10,5 miliar, dengan panjang kawasan kuliner yang harus dibangun sekitar 221,10 meter dengan 4 unit anjungan.

Sumber dana pembangunan dari APBN. Tahun lalu, Pemko Banda Aceh juga telah membangun sepanjang 80 meter dengan 2 unit anjungan kuliner senilai Rp 5,6 miliar yang dibangun PT Tanjung Harapan.

Program revitalisasi pinggiran Krueng Aceh itu, kata Jalaluddin, merupakan program unggulan Kota Gemilang Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman dan wakilnya, Zainal Arifin.

Mereka ingin menjadikan pinggiran sungai Krueng Aceh itu dari Jembatan Peunayong sampai Jembatan Pante Pirak menjadi lokasi wisata kuliner yang menarik, indah, cantik dan disenangi warga kota Banda Aceh, maupun wisatawan lokal, nasional dan asing yang datang ke Aceh.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved