Serbu Tempat Pembuatan Bom Bunuh Diri, Pasukan Sri Lanka Terlibat Baku Tembak

Satuan tugas tentara Sri Lanka pun terlibat baku tembak dengan sekelompok orang ketika mendatangi sebuah rumah

Serbu Tempat Pembuatan Bom Bunuh Diri, Pasukan Sri Lanka Terlibat Baku Tembak
Facebook milik gereja St Sebastian di Katuwapiya
Ledakan terjadi di Gereja St Sebastian di Katuwapiya, Negombo, Sri Lanka saat perayaan Minggu Paskah. 

SERAMBINEWS.COM - Diketahui bahwa pada Minggu Paskah pekan lalu (21/4/2019), terjadi serangan di Sri Lanka.

Kini pasukan Sri Lanka menyerbu tempat yang diyakini sebagai markas operasi terduga teroris tersebut.

Satuan tugas tentara Sri Lanka pun terlibat baku tembak dengan sekelompok orang ketika mendatangi sebuah rumah yang berlokasi di Sainthmarudu, Kalmunai.

Serangan yang berlangsung Jumat petang waktu setempat itu (26/4/2019) menyasar tempat yang diduga sebagai "pabrik" rompi bom bunuh diri untuk serangan Minggu Paskah.

Baca: Satpol PP Ciduk Lima Pasangan Non Muhrim di Hotel dan Kafe Bukit Cinta Agara, Rata-rata Usia SMA

Daily Mirror memberitakan, Sabtu (27/4/2018) juru bicara kepolisian menyatakan ditemukan sejumlah besar bahan yang dipakai untuk membuat bom bunuh diri.

Di antaranya 150 stik Gelignite, atau dikenal juga sebagai bom jelly, kemudian 100.000 bola besi, jeriken berisi bahan kimia, serta pesawat nirawak (drone).

Selain itu, operasi gabungan itu juga menemukan seragam maupun bendera besar berwarna hitam dengan simbol Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di rumah tersebut.

Juru bicara militer Sumith Atapattu mengatakan ketika pasukan Sri Lanka mendekati rumah persembunyian terduga teroris, tiga ledakan terjadi yang dipicu kontak senjata.

Baca: Fadhil Rizki dan Tara Fhatia Dinobatkan sebagai Duta Wisata Pidie 2019

"Tentara kami kemudian melakukan tembakan balasan dan menyerbu rumah persembunyian itu di mana peledak dalam jumlab besar ditemukan," terang Atapattu.

Lokal media memberitakan terduga teroris meledakkan diri ketika polisi menyerbu ketika aparat Sri Lanka berniat menyelidiki sebelum mulai menembak.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved