Abrasi Landa Pesisir Abdya

Abrasi kembali menghantam sebagian pesisir pantai di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Abrasi Landa Pesisir Abdya
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
Masyarakat melihat abrasi yang menghantam sebagian pesisir Pantai Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya, Minggu (28/4). SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA 

BLANGPIDIE - Abrasi kembali menghantam sebagian pesisir pantai di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Hal ini dipicu gelombang tinggi dan gelombang pasang yang telah melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir.

Pantau Serambi, kondisi pantai yang menjadi lokasi objek wisata itu kini amburadul dikikis abrasi. Bahkan, akibat hantaman ombak, pohon cemara yang berdiri kokoh pun tumbang ke bibir pantai. Padahal, seminggu lalu, areal bibir pantai masih bisa untuk tempat bermain bola, namun kini hanya tersisa beberapa meter saja.

Selain pohon cemara yang tumbang ke laut, pondok dan tempat pembuatan boat pun mulai tergerus ombak. Jika tidak segera ditanggulangi, maka cafe dan pondok itu pun diperkirakan akan rubuh ke laut akibat ganasnya abrasi pantai. Kawasan yang terkena abrasi itu di antaranya adalah, Pantai Jilbab di Desa Palak Kerambil dan sebagian Pantai Bali.

Salah seorang warga Susoh, Akmal mengatakan, pasca dihantam ombak besar itu, hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda penanganan dari dinas terkait. “Belum ada tindaklanjut untuk membuat tanggul secara darurat guna membendung abrasi,” ujar Akmal kepada Serambi, Minggu (28/4).

Akmal khawatir, jika abrasi tersebut tidak segera ditangani, maka dampaknya bisa mengancam permukiman warga dan mematikan sektor pariwisata di wilayah itu. “Jika tidak ditangani segera, takutnya akan mengancam permukiman warga karena ombak sudah sangat dekat dengan rumah penduduk, hanya tersisa lima meter saja,” terangnya.

Dia menlanjutkan, titik abrasi juga tidak jauh lagi dengan badan jalan yang kerap digunakan warga sebagai akses menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga serta ke sejumlah lokasi wisata di kawasan itu. Akmal membenarkan, tanggul pemecah ombak memang telah dibangun di kawasan pantai tersebut, termasuk break water yang dibangun baru-baru ini. Namun, saat ini break water tersebut sudah hancur. “Makanya, kami berharap untuk ditangani secara darurat dulu untuk sementara. Untuk jangka panjang, memang harus dibangun break water karena kawasan ini sangat rawan abrasi,” pungkasnya.

Ditangani Secara Darurat
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Amiruddin SPd saat dikonfrimasi Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya akan membuat tanggul darurat di kawasan yang terkena abrasi tersebut.”Anggota kita sudah turun. Insya Allah, besok (hari ini-red) atau dalam dua beberapa hari ke depan, sudah kita bikin (tanggul darurat),” ujar Amiruddin.

Ia menjelaskan, pembuatan tanggul darurat itu bertujuan agar abrasi tidak meluas dan bibir pantai aman dari terjangan ombak, sehingga keindahannya tetap terjaga, termasuk juga rumah penduduk terhindar dari ancaman hantaman ombak.

“Tanggul darurat yang kita bikin itu berupa pasir yang kita isi dalam karung. Kalau jangka panjang harus batu gajah, namun itu ranah PU atau Dinas Kelautan,” ungkap Amiruddin seraya mengakui kalau kawasan tersebut memang sering dilanda abrasi sehingga harus ditanggulangi secara permanen.(c50)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved