Aceh Bisa Tingkatkan Ekspor dan Konektivitas Bisnis

Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Marsudi menyatakan, Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Asia saat ini memasuki era Abad Keemasan

Aceh Bisa Tingkatkan Ekspor  dan Konektivitas Bisnis
IST
Staf Ahli Menlu RI

* Memanfaatkan Abad Keemasan Asia

BANDA ACEH - Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Marsudi menyatakan, Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Asia saat ini memasuki era Abad Keemasan Asia sehingga terbuka peluang luar biasa bagi bisnis untuk berkembang lebih jauh di kawasan ini.

Dalam konteks ini, Aceh sebagai bagian dari Indonesia memiliki peran penting dan strategis untuk berperan serta dalam meningkatkan jenis dan volume ekspor sekaligus mengisi konektivitas bisnis. Terutama melalui jalur udara dan laut dengan Andaman dan Nikobar, di samping dengan memanfatkan kerja sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia, Malaysia, dan Thailand (IMT-GT).

Hal itu diungkapkan Menlu RI dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Dr Teuku Faizasyah selaku Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI, saat menjadi pembicara kunci dalam Aceh International Business Summit & Expo (AIBSE) 2019 di Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (27/4) siang.

Acara tersebut berlangsung tiga hari, dimulai dengan expo produk-produk 30 UMKM Aceh di tempat yang sama pada Jumat (26/4) siang dan dilanjutkan Sabtu (27/4) di sela-sela business summit. Sedangkan Minggu kemarin sekitar 120 pelaku bisnis dan sejumlah diplomat dari berbagai negara di Asia, Amerika, dan Eropa bertolak ke Sabang atas undangan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai rangkaian terakhir dari acara AIBSE 2019 yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh pimpinan Muzakkir Manaf.

Menurut Faizasyah dalam ceramahnya, negara-negara di kawasan Asia dan di luarnya juga dapat memainkan peran penting dalam proses peningkatan perdagangan, investasi, dan pariwisata dengan berpartisipasi dalam upaya awal untuk membangun konektivitas bisnis regional.

Sebagaimana dilaporkan kemarin, AIBSE 2019 ini digelar dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan Aceh yang berorientasi ekspor serta untuk memperluas jaringan para pengusaha Aceh dalam bisnis global.

Dalam kaitan itulah Dr Teuku Faizasyah mengapresiasi prakarsa yang dilakukan Kadin Aceh untuk menggelar forum internasional tiga hari itu.

Dalam pidatonya, Faizasyah yang mantan Jubir Kemenlu RI juga menyebutkan bahwa upaya-upaya merintis dan menggalang konektivitas kerja sama dagang antara Aceh dengan Andaman dan Nikobar terus dilakukan.

Antara lain ditandai dengan kunjungan balasan antara Kamar Dagang dan Industri Andamam (ACCI) ke Aceh pada Juli 2018 dan oleh Kadin Aceh ke Port Blair, India, pada November 2018.

Selain itu, telah dilakukan peluncuran ekspedisi perdana kapal komersial dari Pelabuhan Malahayati di Aceh ke Port Blair pada Desember 2018 yang membawa berbagai sampel produk dari Aceh.

Kerja sama dagang seperti ini, kata Teuku Faizasyah, akan lebih terbuka lebar dilakukan Aceh setelah forum AIBSE 2019 ini berakhir.

Diplomat senior asal Aceh ini optimis niat Kadin Aceh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan Aceh yang berorientasi ekspor serta untuk memperluas jaringan para pengusaha Aceh dalam bisnis global akan terwujud melalui forum AIBSE kali ini.

Faizasyah merupakan putra Aceh yang pada tahun 2014 dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Kanada dan Wakil Tetap Republik Indonesia untuk International Civil Aviation Organization(ICAO), dan menjabat sampai dengan Januari 2019. Hingga tadi malam ia masih berada di Banda Aceh untuk melakukan serangkaian kegiatan dinas dan keluarga. (dik)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved