Aceh Dapat 258 Kuota Haji Tambahan

Provinsi Aceh mendapatkan 258 kouta haji tambahan pada musim haji tahun ini, masing-masing 129 untuk calon jamaah haji (CJH)

Aceh Dapat 258  Kuota Haji Tambahan
DAUD PAKEH, Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH - Provinsi Aceh mendapatkan 258 kouta haji tambahan pada musim haji tahun ini, masing-masing 129 untuk calon jamaah haji (CJH) regular dan 129 lagi untuk CJH lanjut usia (lansia) serta pendampingnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Drs HM Daud Pakeh dalam siaran pers yang diterima Serambi, Minggu (28/4) menyampaikan penambahan kuota tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 176 Tahun 2019.

“Menteri Agama menetapkan kuota haji tambahan tahun 1440 H/2019 M sejumlah 10.000 jamaah. Dan dari jumlah itu ditetapkan kuota calon jamaah untuk Aceh sejumlah 258 orang,” sebut Daud Pakeh.

Ia jelaskan, dari total yang diberikan untuk Aceh, 50 persen diberikan kepada CJH reguler berdasarkan antrean. Sedangkan 25 persen lagi dialokasikan untuk calon jamaah lansia serta 25 persen lagi akan diberikan untuk pendamping calon jamaah lansia.

Daud Pakeh menyambut baik penambahan kuota yang diberikan untuk Aceh tersebut, karena dapat mengurangi jumlah antrean CJH Aceh yang mencapai 24 tahun.

Saat ini, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan jelang musim haji, termasuk pengumpulan paspor, manasik, rekam data biometrik, dan pemantapan kelompok terbang (kloter) yang akan dilaksanakan pada awal Mei 2019.

“Kita berharap semua kouta haji Aceh dapat terisi, dan tidak ada yang kosong. Termasuk 456 CJH yang tidak melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji pada tahap pertama, mudah-mudahan pada pelunasan tahap kedua nanti semua kouta haji Aceh terpenuhi,” harapnya.

Daud Pakeh juga mengimbau kepada CJH Aceh yang mendapat kouta tambahan sesuai nomor porsi berangkat tahun ini, agar dapat mempersiapkan biaya pelunasan dan segala persiapan lainnya.

Untuk memudahkan para CJH tersebut, ia meminta Kakankemenag kabupaten/kota untuk menghubungi CJH yang masuk dalam kouta haji tambahan. “Dan kategori lansia untuk mengajukan percepatan pemberangkatan disertai satu orang pendamping dengan persyaratan yang telah ditetapkan,” sebut Daud Pakeh.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Aceh, Samhudi menjelaskan berdasarkan Kepdirjen PHU Nomor 117 Tahun 2019 bahwa pengajuan percepatan bagi CJH lansia dapat dilakukan melalui Kankemenag kabupaten/kota setempat, tempat jamaah mendaftar.

Ia jelaskan bahwa CJH lansia usia minimal 75 tahun per 7 Juli 2019, memiliki nomor porsi serta terdaftar haji reguler sebelum 1 Januari 2017. Kemudian jamaah haji lansia tidak mampu mandiri (uzur) yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Selanjutnya untuk pendamping, haruslah memiliki hubungan keluarga yaitu suami/istri/anak kandung/saudara kandung atau menantu yang dibuktikan dengan kartu keluarga, akta nikah, dan akta kelahiran yang relevan dan dilegalisasi serta distempel basah oleh pejabat yang berwenang, serta menunjukkan aslinya dan pendamping sudah terdaftar sebelum 1 Januari 2017 serta dalam satu provinsi yang sama dengan jamaah lansia tersebut.

“CJH yang masuk dalam 258 kouta haji tambahan ini, terkait mekanisme pelunasan akan diatur dengan Keputusan Dirjen PHU. Mudah-mudahan pekan depan sudah ada kejelasannya,” demikian Samhudi. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved