Boat Bocor Ditemukan

Tiga nelayan asal Aceh Barat yang boatnya bocor di laut lepas setelah dihantam badai dilaporkan selamat. Boat yang dipawangi Faisal

Boat Bocor Ditemukan
Foto Kiriman Warga
Boat nelayan yang terombang-ambing di perairan Pulo Bunta, Aceh Besar, Sabtu (27/4/2019) sore. 

* Diselamatkan Nelayan asal Sibolga

MEULABOH - Tiga nelayan asal Aceh Barat yang boatnya bocor di laut lepas setelah dihantam badai dilaporkan selamat. Boat yang dipawangi Faisal itu pada Minggu (28/4) kemarin, sempat terkatung-katung sebelum kemudian diselamatkan oleh boat nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang kapasitas GT nya lebih besar.

“Laporan yang kita peroleh melalui radio khusus nelayan bahwa ketiga nelayan kita selamat,” kata Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Firmansyah kepada Serambi, kemarin.

Nanda menjelaskan, boat tersebut sempat hilang kontak karena bocor dan mesin mati pada Sabtu (27/4) lalu, sehingga terus dipantau, termasuk menginformasikan kepada sejumlah nelayan lain yang berdekatan dengan lokasi boat yang bocor tersebut. “Setelah dilacak ternyata boatnya berada sekitar ratusan mil di laut lepas. Boat sempat terapung karena mesin mati dan bocor,” ujar Nanda.

Menurut dia, boat tersebut kini sudah diselamatkan oleh nelayan asal Sibolga yang kebetulan melintasi kawasan itu. Demikian juga mesin yang rusak sudah berhasil diperbaiki. “Sekarang ini, boat nelayan Aceh Barat itu sedang dalam perjalanan pulang ke Meulaboh,” ucapnya.

Harus waspada
Pada bagian lain, Sekjen Panglima Laot Aceh Barat, Nanda Firmansyah meminta para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melaut. “Bila cuaca buruk, segera mencari tempat aman. Jika berpotensi terjadi angin kencang, coba dihindari serta berhenti melaut sementara waktu sambil menunggu cuaca kembali membaik,” imbaunya.

Tinggi Gelombang Laut 3 Meter
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya, Angga Yudha yang ditanyai Serambi, Minggu (28/4), menjelaskan, gelombang laut diperairan barat selatan Aceh masih tinggi berkisar 3 meter. “Dari prakiraan cuara, gelombang masih tinggi hingga 3 hari ke depan,” ulasnya.

Menurut Angga, kondisi ini perlu mendapat perhatian dan harus diwaspadai oleh nelayan untuk menghindari terjadinya insiden boat tenggelam. “Demikian juga bila terjadi angin kencang dan badai di laut, maka segera mencari tempat yang aman karena sangat rawan boat tenggelam,” jelasnya.

Di sisi lain, Angga Yudha menerangkan, hujan lebat disertai angin kencang serta petir masih berpotensi terjadi di wilayah barat selatan Aceh. Untuk itu, paparnya, warga perlu meningkatkan kewaspadaan terutama ketika angin kencang untuk tidak berdiri di bawah pohon serta ketika petir tidak menggunakan handphone (HP). “Potensi hujan petir ini masih akan terjadi hingga 3 hari ke depan,” pungkasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved