Data Kependudukan Masih Diblokir

Data kependudukan milik 1.012 warga Lhokseumawe yang sudah berusia 23 tahun ke atas masih diblokir oleh Kementerian Dalam Negeri

Data Kependudukan  Masih Diblokir
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
PLT Kadisdukcapil Lhokseumawe, Taufik menyerahkan secara simbolis akte kelahiran kepada Ketua Bhayangkari Lhokseumawe, Rini Ari Lasta Irawan di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (20/9). SERAMBI/SAIFUL BAHRI 

* Milik Seribuan Warga Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Data kependudukan milik 1.012 warga Lhokseumawe yang sudah berusia 23 tahun ke atas masih diblokir oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penyebabnya, sampai kini mereka belum merekam data untuk pembuatan KTP elektronik (e-KTP). Efeknya, warga tersebut tidak bisa mengurus kelengkapan administrasi untuk berbagai kebutuhan seperti pembuatan kartu BPJS dan paspor.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Kadisdukcapil) Lhokseumawe, Taufik SSos MSP, kemarin, menjelaskan, sesuai keputusan Kemendagri akhir tahun lalu, bila ada warga yang sudah berumur 23 tahun ke atas belum merekam data untuk e-KTP hingga 31 Desember 2018, maka data kependudukan mereka diblokir.

Saat keputusan itu mulai diberlakukan, sebut Taufik, ada 8.000-an warga Lhokseumawe yang data kependudukannya terblokir. “Berkat sosialisasi-sosialisasi yang kita lakukan, jumlah warga yang melakukan pengurusan E-KTP dari hari ke harus terus meningkat, terutama yang data kependudukan sempat terblokir. Tapi, masih ada seribuan warga yang datanya masih terblokir karena sampai kini mereka belum merekam data untuk e-KTP,” jelasnya.

Karena itu, Taufik kembali mengimbau masyarakat yang berusia 23 tahun ke atas tapi belum merekam data untuk e-KTP, agar bisa segera melakukannya. Sehingga saat mengurus berbagai administrasi yang membutuhkan e-KTP, tidak lagi terkendala.

Ditanya soal stok blangko e-KTP, Taufik menyebutkan, saat ini pada pihaknya masih tersedia sekitar 750 lembar. “Biasanya, rata-rata kami harus mencetak 50 sampai 100 lembar e-KTP setiap hari. Jadi, sebelum blangko kosong, kita minta warga yang belum memiliki e-KTP, agar segera merekam datanya,” demikian Taufik.

Tak Dipungut Biaya
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Kadisdukcapil) Lhokseumawe, Taufik SSos MSP, kemarin, juga menjelaskan, pada dasarnya masyarakat sangat mudah bila ingin membuat e-KTP. Apalagi, menurutnya, pengurusan e-KTP tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Dikatakan, masyarakat yang ingin mengurus e-KTP cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK) ke Disdukcapil Lhokseumawe yang berada di dekat Stadion Tunas Bangsa. Setelah mengisi formulir, warga tersebut langsung bisa merekam datanya. Jika data sudah masuk ke sistem atau database di pusat, sambung Taufiknya, prosesnya bisa dilanjutkan ke tahapan pencetakan e-KTP.

“Bila koneksinya tidak bermasalah dan blangko tersedia, e-KTP pun bisa langsung siap. Kita akan terus memberi pelayanan optimal kepada masyarakat yang ingin mendapatkan dokumen administrasi kependudukan seperti e-KTP dan lain-lain,” pungkas Taufik.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved