Kakao Diserang Ternak, Pemerintah Diminta Gali Parit

Ratusan petani kebun asal Kecamatan Bandar Baru yang berada di perbukitan Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya

Kakao Diserang Ternak, Pemerintah Diminta Gali Parit
IST
Kepala Bappeda Aceh, Prof Dr Amhar bersama Muslahuddin Daud (praktisi pertanian) berpose di bawah pohon kakao yang sarat buah di Pidie Jaya, 6 September 2016. 

MEUREUDU - Ratusan petani kebun asal Kecamatan Bandar Baru yang berada di perbukitan Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk menggali parit di seputaran areal kebun seluas 200 ha guna menyelamatkan tanaman kakao dari serangan kawanan ternak liar.

Keuchik Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, Pijay, Muhadi kepada Serambi, Kamis (25/4) mengatakan, selama beberapa pekan terakhir hamparan kawasan perbukitan Abah Lueng seluas 200 ha kerap didatangi kawanan ternak liar berupa kerbau dan terkadang kawanan gajah yang melintasinya. “Binatang liar itu terutama kerbau memangsa tanaman kakao yang telah ditanami petani, baik dari Gampong Abah Lueng maupun gampong lain di Bandar Baru,” sebutnya.

Guna menyelamatkan tanaman kakao yang kini sedang digalakkan pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedalaman tersebut, mereka berharap pemerintah mengalokasikan dana penggalian parit atau pembangunan pagar.

Hal ini dimaksudkan untuk menyelamatkan tanaman dari serangan hama terutama binatang liar. Apalagi program pemgembamgan lahan kakao di Abah Lueng ini menjadi lokasi sentra penghasil kakao terbesar di Pijay. “Kami berharap pemerintah dapat menyahuti usulan petani demi menyelamatkan tanaman kakao, “ jelasnya.

Sudah Diusul
Menanggapi desakan para petani tersebut, Bupati Pijay H Aiyub Abbas kepada Serambi, Minggu (28/4), mengatakan, pemerintah telah memerintahkan pengalokasian dana melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak). “Usulan dana ini telah diajukan melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2020 sebesar Rp 900 juta,” ujarnya. Komitmen pemerintah ini semata-mata untuk mewujudkan pengembangan perekonomian masyarakat pada sektor perkebunan, mengingat lokasi perbukitan Abah Lueng merupakan lokasi paling strategis dalam pengembangan sentra kakao.

Pada intinya, pemerintah tetap komit mewujudkan segala fasilitas pendukung untuk mempermudah akses dalam memberdayakan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat. “Saya berharap program pengembangan lahan kakao ini benar-benar dapat terealisasi sebagaimana yang diharapkan oleh semua pihak,” harapnya. Sebelumnya, Pemkab Pidie Jaya (Pijay) menyerahkan 200 ha lahan pengembangan kakao di perbukitan Gampong Abah Lueng, Kecamatan Bandar Baru, kepada 100 petani dari kecamatan setempat, Selasa (19/3) lalu, yang dipusatkan di Aula Kecamatan setempat.

Lahan yang telah diberikan oleh pemerintah kepada empat kelompok tani atau 100 penerima ini diharapkan dikelola secara maksimal demi mendongkrak perekonomian keluarga masing-masing Menurut bupati Pijay itu, dengan pengelolaan setiap petani mendapat 2 Ha, maka untuk dua tahun ke depan diperkirakan akan menuai hasil panen yang maksimal dan dapat mengubah kehidupan petani.(c43)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved