Masjid Bantuan Aceh di Lombok Diresmikan

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Minggu (28/4), meresmikan berfungsinya Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga

Masjid Bantuan Aceh di Lombok Diresmikan
FOTO IST
MASJID An-Nur Aceh dengan struktur bambu di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, NTB yang dibangun dengan donasi masyarakat Aceh sebesar Rp 1,9 miliar diresmikan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Minggu (28/4). FOTO IST 

TANJUNG - Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Minggu (28/4), meresmikan berfungsinya Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dibangun dengan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh.

Masjid An-Nur hancur total akibat gempa 7,0 SR yang mengguncang NTB pada 5 Agustus 2018. Pemerintah dan masyarakat Aceh menggalang aksi solidaritas peduli Lombok dan menghimpun dana sekitar Rp 1,9 miliar yang digunakan sepenuhnya untuk membangun kembali masjid tersebut. Peletakan batu pertamanya dilakukan Plt Gubernur Aceh pada 27 Oktober 2018.

Setelah proses pembangunan selama enam bulan, masjid berukuran 14x28 meter (lebih luas dari ukuran awal 18x18 meter) yang ditabalkan nama ‘An-Nur Aceh’ selesai dan diresmikan oleh Plt Gubernur Nova Iriansyah, Minggu (28/4).

Nova mengatakan, masjid ini adalah hasil kerja semua pihak, terutama masyarakat Aceh, bukan hanya pemerintah daerah termasuk DPRA tetapi berbagai lapisan masyarakat. Menandai peresmian, Nova menandatangani prasasti yang memuat nama-nama penyumbang (baik perorangan maupun lembaga/organisasi).

Bupati Lombok Utara, Dr Najmul Akhyar SH MH menyatakan, Masjid An-Nur Aceh menjadi simbol silaturahmi antara masyarakat Aceh dan Lombok Utara. “Terima kasih masyarakat Aceh,” ujar Bupati Lombok Utara.

Menurut Najmul Akhyar, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan membangun monumen persaudaraan dan museum mini di kompleks masjid sebagai tanda untuk melawan lupa dan akan dijadikan sebagai objek wisata. “Semua benda dan foto akan dikumpulkan dalam museum mini tersebut,” ucap Bupati Lombok Utara.

Struktur bambu
Pada bagian lain, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), HT Ahmad Dadek SH menjelaskan, pembangunan Masjid An-Nur Aceh selesai sesuai target, di mana masyarakat setempat berharap pada bulan Ramadhan 1440 H, masjid itu sudah bisa difungsikan. “Alhamdulillah, dengan kerja keras kita semua harapan masyarakat setempat bisa kita wujudkan,” ujar Teuku Dadek.

Masjid An-Nur Aceh dirancang aman gempa dan ramah lingkungan oleh arsitek Dr Ing Andry Widyowijatnoko ST MT, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB). Masjid ini menerapkan struktur bangunan bambu dengan prinsip resiprokal, yaitu elemen-elemen struktur yang saling menopang antara satu dengan lainnya.

Elemen struktur dalam bangunan Masjid An-Nur adalah beberapa rangka bambu persegi panjang yang membentang sejauh 18 meter. Elemen ini kemudian disusun berlapis-lapis, sehingga membentuk ruang dengan menopang satu sama lain.

“Secara teknologi, struktur dan arsitek pembangunan Masjid An-Nur dari bambu adalah yang pertama dibangun di Indonesia. Ini merupakan sejarah bagi Lombok dan juga Indonesia yang menggunakan bambu,” kata Andry yang juga alumni ITB.

Donasi warga
Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, Nasir Nurdin menginformasikan, dana yang digunakan untuk membangun Masjid An-Nur Aceh itu bermula dari pengumpulan dana ‘Peduli Lombok’ yang digerakkan sejak 6 Agustus 2018 atau sehari setelah gempa beruntun 6 dan 7 SR yang mengguncang Lombok, NTB. “Semua dana yang terkumpul digunakan seluruhnya untuk pembangunan Mmasjid An-Nur,” ujar Nasir dibenarkan Kalak BPBD, Teuku Dadek selaku penanggung jawab penggalangan dana.

Selain untuk korban gempa Lombok, jelas Nasir Nurdin, Plt Gubernur Aceh juga menyerukan penggalangan bantuan untuk korban gempa Palu yang terjadi pada 28 September 2018 dan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018. Oa menyebutkan, penggalangan donasi Aceh untuk Palu dimulai sejak 29 September 2018 dengan jumlah dana terkumpul lebih Rp 3,5 miliar.

Donasi Aceh untuk Palu juga digunakan untuk pembangunan masjid, yaitu Masjid Jamik Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Masjid yang peletakan batu pertamanya juga dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada 13 Februari 2019 lalu itu, kini dalam proses pekerjaan. Sedangkan donasi Aceh untuk korban tsunami Selat Sunda, menurut Nasir, penggalangannya dimulai 23 Desember 2018 dengan dana terkumpul hingga saat ini sekitar Rp 300 juta.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved