Citizen Reporter

Merasakan Ujian Masuk Universitas di Amerika

TANPA terasa hanya beberapa bulan lagi saya akan kembali ke tanah air tercinta, Indonesia. Oleh sebab itu, saya coba berbagai tentang hal-hal

Merasakan Ujian Masuk  Universitas di Amerika
IST
MUHAMAMD ATHALLAH, Siswa SMA Negeri Unggul Aceh Timur, sedang mengikuti Pertukaran Pelajar Kennedy Lugar Youth Exchange and Study/Bina Antarbudaya, melaporkan dari Arkansas, Amerika Serikat

Pagi hari sebelum tes, saya baca ulang rumus-rumus matematika yang menurut saya penting agar saya tidak kaget nantinya. Salah satu kemudahan yang diberikan oleh tes ACT ini adalah peserta tes dibolehkan menggunakan kalkulator dalam tes matematika. Saya sendiri membawa kalkulator biasa ke tempat tes. Di tempat tes, setiap siswa diwajibkan membawa tanda pengenal, kartu peserta tes, dan alat tulis.

Berbeda dengan Indonesia yang hampir selalu menggunakan pensil 2B, pensil standar HB adalah pensil yang digunakan dalam tes ini. Setelah pengecekan dilakukan, masing-masing siswa masuk ke ruang tes dan duduk di tempat yang sudah ditentukan oleh pengawas ujian.

Pengawas memberikan lembar jawaban dan membacakan petunjuk yang diberikan oleh pihak penyelenggara tes. Tes ACT memakan waktu cukup lama, dua jam 55 menit. Tes bahasa Inggris memakan waktu 45 menit, tes matematika satu jam, tes membaca 35 menit, dan tes sains 35 menit. Tes esai memakan waktu 40 menit. Ada istirahat sejenak selama sepuluh menit di antara tes matematika dan tes membaca, serta lima menit istirahat di antara tes pilihan ganda dan tes esai bagi siswa yang mengambil tes esai.

Saya merasakan derajat kesukaran tes berbeda-beda. Tes bahasa Inggris memerlukan kemampuan dalam mengoreksi teks bahasa Inggris, baik dari bentuk kata kerja, bentuk artikel, bentuk tenses, maupun kosakata. Tes matematika memerlukan kemampuan analisis yang dalam untuk memecahkan soal cerita menjadi bentuk persamaan aritmatika. Tes membaca memerlukan kemampuan analisis teks yang dalam. Tes sains memerlukan kemampuan mengolah data ilmiah menjadi produk yang mudah dimengerti.

Hasil tes ACT diumumkan dua minggu setelah tes. Tes diumumkan tengah malam sehingga saya memutuskan untuk mengecek nilai saya di pagi hari sebelum berangkat sekolah. Alhamdulillah, saya mendapatkan nilai 24 dari total nilai 36. Saya memenuhi kriteria calon mahasiswa berdasarkan nilai saya dan personal interest yang saya isi saat pendaftaran.

Menurut statistik, saya menduduki persentase 72% dari seluruh siswa SMA di AS. Selain itu, statistik menunjukkan bahwa saya cocok dengan jurusan yang ingin saya ambil di perguruan tinggi, yakni jurusan ilmu komputer. Saat saya menunjukkan hasil tes saya kepada guru saya di sekolah, mereka senang dan mengatakan bahwa sangat jarang seorang siswa bisa meraih skor 24 dalam tes pertama. Meski demikian, saya tidak bisa mendaftarkan diri ke jenjang perkuliahan karena saya duduk di kelas 11. Tapi setidaknya, saya memiliki pengalaman berharga yang bisa saya bagikan kepada masyarakat yang ingin tahu bagaimana rasanya mengikuti tes masuk perguruan tinggi di negara seadikuasa Amerika Serikat.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved