Pemko Bangun Empat Anjungan Kuliner

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali melanjutkan proyek revitalisasi Krueng Aceh dengan membangun empat anjungan wisata kuliner

Pemko Bangun Empat Anjungan Kuliner
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis Perkim Kota Banda Aceh sedang melihat pekerjaan pemancangan tiang pancang kelanjutan pelaksanaan proyek revitalisasai Krueng Aceh sebagai kawasan kulinar wisata sungai di Kota Banda Aceh, Minggu (28/4/2019). 

* Lanjutan Revitalisasi Krueng Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh kembali melanjutkan proyek revitalisasi Krueng Aceh dengan membangun empat anjungan wisata kuliner di kawasan Peunayong, Banda Aceh. Empat anjungan itu dibangun untuk menyambung dua bangunan serupa yang sudah dibangun tahun lalu.

Wali Kota Banda Aceh. Aminullah Usman mengatakan, pembangunan empat anjungan kuliner itu merupakan proyek lanjutan revitalisasi Krueng Aceh. Untuk proyek itu, tahun 2019 ini pemerintah mengganggarkan dana sebesar Rp 10,5 miliar yang bersumber dari APBN.

Diterangkan, empat unit anjungan kuliner yang pembangunannya mulai dikerjakan memiliki panjang mencapai 221 meter. Bangunan itu akan disambung dengan dua anjungan serupa yang sudah selesai dibangun tahun lalu. “Kalau digabung, berarti panjang anjungan kuliner tersebut mencapai 300 meter,” jelas Aminullah kepada Serambi, Minggu (28/4).

Dikatakan, program revitalisasi pinggiran Krueng Aceh adalah untuk mengubah pinggiran sungai yang terkesan jorok, bau, dan kumuh itu menjadi tempat wisata yang indah dan cantik.

Dia menjelaskan, di akhir tahun 80-an pada masa Pemerintahan Gubernur Aceh Ibrahim Hasan, dua sungai yang membelah Kota Banda Aceh, Krueng Aceh dan Krueng Daroy, dilakukan pelebaran untuk mengatasi banjir tahunan.

Begitu juga pascatsunami, Wali Kota saat itu Mawardy Nurdin, mengindahkan kota Banda Aceh memulainya dari membersihkan pinggiran kedua sungai itu, dari tempat pembuangan sampah dan limbah rumah tangga maupun lainnya.

Kini, kata Aminullah, keindahan wisata Kota Banda Aceh, ada pada kedua Sungai tersebut. “Jika pinggiran kedua sungai itu bersih dan bebas limbah, dipastikan keindahannya akan semakin baik lagi,” ujarnya.

Pinggiran Sungai Krueng Aceh dan Krueng Daroy, tandas Wali Kota, akan disulap sebagai destinasi wisata, seperti Masjid Raya Baiturrahman dengan payung besarnya, Museum Aceh, Museum Tsunami, Kapal Apung, dan tempat wisata lainnya yang indah yang ada di Kota Banda Aceh.

Karena itu, untuk jadi destinasi wisata, maka kedua sungai tersebut perlu dibenahi dan direvitalisasi, sehingga menjadi tempat yang disukai warga kota dan wisatawan. “Caranya, dengan membangun berbagai fasilitas umum di pinggiran sungai tersebut. Misalnya membangun trek joging dan jalan, kemudian lokasi jualan yang bersih dan rapi.

Aminullah optimis juga proyek revitalisasi itu selesai, akan menjadi lokasi dambaan warga kota dan wisatawan. Sebab, selain terdapat fasilitas olahraga, seperti trek jalan dan joging, di tempat itu juga ramai pedagang. “Lokasinya sangat strategis, apalagi di kawasan itu juga banyak terdapat perhotelan,” tandasnya.

Menambah Lokasi Wisata
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Banda Aceh, Ir Jalaluddin MT mengatakan, pembangunan lokasi wisata kuliner di pinggir Krueng Aceh untuk mengubah kekumuhan menjadi kawasan wisata baru.

Dikatakan, pembuatan kawasan pinggiran Krueng Aceh dan Krueng Daroy sebagai tempat pejalan kaki akan memberikan dampak luas. Diantaranya sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, olahraga, budaya, serta membuat masyarakat menjadi sehat dan segar.

“Target Pemko Banda Aceh merevitalisasi Krueng Aceh, selain untuk keindahan kota, juga bertujuan menambah lokasi wisata baru, serta menciptakan lapangan kerja, menurunkan angka kemiskin dan pengangguran, dan untuk kesejahteraan dan kemakmuran warga Kota Banda Aceh.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved