Kamis, 18 Juni 2026

Pesona Motif Gayo di Tangan Parman

Disainer Gayo, pemilik Grya Pengantin Gayo, Parman, merasa bahagia ketika setelan jas hasil disainnya dikenakan empat pembawa acara

Tayang:
Editor: hasyim
Serambinews.com
Parman (mengenakan topi) bersama pembawa acara LIDA 2019 di Studio 5 Indosiar, Kamis (25/4/2019) malam. 

JAKARTA - Disainer Gayo, pemilik Grya Pengantin Gayo, Parman, merasa bahagia ketika setelan jas hasil disainnya dikenakan empat pembawa acara Liga Dangdut Indonesia (LIDA 2019), Irfan Hakim, Ramzi, Gilang, dan Jirayut dalam acara LIDA, Kamis (25/4) malam lalu.

“Saya mengerjakan ke empat setelan jas itu dalam waktu sangat kilat. 15 hari!!!. Itu artinya saya mengerjakan satu setel 3 hari,” kata Parman menceritakan pengalaman hebatnya itu.

Penampilan Irfan Hakim, Ramzi, Jirayut dan Gilang pada malam itu, sungguh berbeda. Jas yang mereka kenakan bertabur motif-motif kerawang Gayo yang sangat teliti dan pas penempatannya. Dengan warna dasar hitam, motif Gayo tampak sangat menonjol, cerah dan sedikit magis.

Parman, pria berusia 43 tahun, disainer Gayo yang ingin mengeksplorasi keindahan motif kerawang Gayo. “Saya belajar tentang makna dan filosofi motif Gayo, dan berusaha menempatkan secara benar,” katanya tentang kesungguhannya mengangkat motif Gayo.

Parman mengantar sendiri ke empat setelan jas dan menyerahkannya kepada ke empat pembawa acara LIDA. “Saya sangat bersemangat. Sebab ini salah satu kesempatan, membumikan motif Gayo dalam karya disain, nasional,” ujarnya.

Ia menyadari, sepanjang pertunjukan LIDA motif Gayo benar-benar merajai. Para pendukung duta LIDA dari Bener Meriah, Faul, selalu mengenakan pakaian motif Gayo tersebut. Faul sendiri dalam salah satu sesi pertunjukannya juga mengenakan kain motif Gayo hasil rancangan Parman. Juga yang dikenakan Nabila, duta LIDA 2018 asal Aceh Tengah yang meraih juara lima besar LIDA 2018.

Karya-karya rancangan Parman banyak dipakai dalam kegiatan pemilihan duta duta wisata. Ia juga mengikuti banyak lomba dan memenanginya, antara lain: Juara I Aceh Fashion Week di Banda Aceh 2018; Juara II Busana Adat Tradisional dalam PKA 2018; Juara III Miss Hijab Fino Yamaha se Aceh 2018,” dan lain-lain.

Lahir di Takengon. Parman menekuni profesi disainer secara otodidak. Ia hanya pernah menjalani kursus singkat tata rias wajah di Yogyakarta. Pernah tinggal di Jakarta. Menggeluti dunia akting sinetron. Paling tidak ada sembilan judul sinetron yang dimainkannya. Tapi ia harus kembali ke Takengon, pada 2006. Orang tuanya sakit. “Sejak itu saya menetap di Gayo,” kenangnya.

Di tanah kelahiran, ia mengembangkan bakat dalam bidang fashion dandisain. Ia juga melatih remaja-remaja Gayo sebagai modeling. “Saya adalah penggiat modeling pertama di Takengon,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan GAMIFest 2018, Parman menyediakan koleksi pakaian adat mewakili empat kabupaten Gayo Alas. Ia pun menekuni motif kerawang dan berusaha mengembangkannya. Ia sedang masuk pada motif Gayo purba seperti ditemukan pada gerabah Loyang Mendale yang telah berusia 7000 tahun. “Saya tidak ingin motif Gayo hanya tempelan. Saya ingin masuk lebih dalam,” demikian Parman.(fik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved