Puluhan Kotak Suara Dirusak

Puluhan kotak suara yang disimpan di balai desa Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ditemukan pada 24 April

Puluhan Kotak  Suara Dirusak
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Petugas berjaga di kotak suara saat pemungutan suara ulang. 

* Diduga untuk Gelembungkan Suara

LHOKSUKON - Puluhan kotak suara yang disimpan di balai desa Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ditemukan pada 24 April dalam keadaan sudah dirusak kabel tiesnya. Perusakan itu diduga untuk memuluskan langkah pelaku mengambil form dari dalam kotak tersebut sehingga ia leluasa menggelembungkan suara untuk caleg dari sebuah partai nasional.

Perusakan puluhan kotak suara yang diikuti dengan penggelembungan suara tersebut merugikan seorang caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama Mawardi, karena perolehan suaranya jadi berkurang. Sebaliknya, caleg yang diuntungkan karena jumlah suaranya bertambah itu merupakan caleg dari partai yang lahir pada awal reformasi di Indonesia.

“Awalnya kami mendapat informasi dari saksi bahwa ada kotak suara di balai desa yang sudah rusak. Kemudian kami datangi untuk memastikan informasi tersebut, eh ternyata benar. Ada puluhan kotak suara untuk semua tingkatan caleg yang sudah dirusak kabel tiesnya. Sedangkan yang tidak dirusak masih tersegel,” ungkap Koordinator Daerah Pemilihan (Dapil) VI PKS, Zulkifli kepada Serambi di Lhoksukon, Minggu (28/5).

Padahal, lanjut Zulkifli, rapat pleno sudah diadakan pada 20-22 April lalu. Perusakan diduga dilakukan sesudah tanggal itu dan diketahui pada 24 April. Kemudian pihaknya melaporkan kejadian itu kepada Panitia Pengawas Kecamatan (PPK). “Lalu setelah diperiksa form C1, ternyata rekap suara pada nama caleg kami sudah berkurang. Sebaliknya suara untuk caleg dari sebuah partai nasional malah bertambah. Suara yang ditambah bervariasi. Misalnya 35 jadi 105,” ujar Zulkifli.

Disebutkan, suara yang ditambah tersebut berasal dari suara caleg PKS atas nama Mawardi yang dialihkan kepada seorang caleg parnas. Setelah mendapat informasi tersebut pihaknya melaporkan kejadian itu ke Panwaslih dan Polres Aceh Utara. “Tadi saya langsung ke Mapolres Aceh Utara juga ke Kantor Panwaslih Aceh Utara untuk melaporkan kejadian ini. Tapi karena hari Minggu mereka libur sehingga kami disarankan untuk kembali lagi melaporkan kejadian itu pada hari Senin,” kata Zulkifli.

Setelah ditelusuri ternyata penggelembungan suara caleg bukan hanya terjadi di satu desa, melainkan di 13 desa. “Bahkan tidak tertutup kemungkinan juga terjadi di kecamatan lain, seperti Jambo Aye dan Baktiya. Tapi kami sedang menelusuri untuk memastikannya. Kami berharap nantinya kasus ini diproses,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara Partai NasDem, Bakhtiar mengatakan ia juga sudah mendapat informasi tentang terjadinya penggelembungan suara tersebut. “Penyebabnya konon karena ada caleg yang menyuap PPK puluhan juta rupiah. Itu sebab hasil rekap belum diserahkan ke kabupaten, karena ternyata ada upaya penggelembungan suara,” timpalnya.

Karena itu, Bakhtiar juga akan ikut melaporkan kasus tersebut ke Panwaslih Aceh Utara dan ke Mapolres Aceh Utara agar diproses. “Pemilu kali ini banyak curangnya. Ada juga pemilih yang tidak mencoblos karena dilarang oleh penyelenggara. Aneh kan? Ditambah lagi dengan kasus perusakan kotak suara dan penggelembungan suara untuk caleg sebuah partai nasional,” ujar Bakhtiar.

Kesalahan Rekap
Sedang Diperbaiki
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seunuddon, Aceh Utara, Suherman mengatakan sedang memperbaiki kesalahan pendataan rekap suara dan sudah meminta rekomendasi dari panwas untuk rekapitulasi ulang.

“Saya juga sudah menerima laporan dari PKS dan Nasdem terkait kesalahan rekap suara, karena itu kami akan memperbaiki data yang keliru sebelum pleno kabupaten dilakukan,” katanya di Seunuddon kemarin.

Disebutkan, rapat pleno untuk rekap suara sudah dilakukan. Karena itu, setelah pihaknya memperbaiki data tersebut akan dipanggil saksi untuk meneken form, juga akan diundang panwaslih sehingga tak ada yang merasa dirugikan.

“Kami sudah dipanggil polisi untuk diklarifikasi dan polisi meminta kami segera memperbaiki data,” kata Ketua PPK Seunuddon. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved