Warga Bandarbaru Membutuhkan Air Bersih

Warga Luengputu, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, belum menikmati air bersih hingga usia kabupaten pemekaran dari Pidie itu sudah 10 tahun

Warga Bandarbaru Membutuhkan Air Bersih
SERAMBI/ M Nasir
PETUGAS BPBD Aceh Tamiang memasok air bersih untuk 1.828 kepala keluarga empat kampong di tiga kecamatan, Kejuruan Muda, Tamiang Hulu, dan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Jumat (23/3). 

MEUREUDU - Warga Luengputu, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, belum menikmati air bersih hingga usia kabupaten pemekaran dari Pidie itu sudah 10 tahun. Selama ini untuk kebutuhan sehari-hari termasuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) selain mengandalkan air sumur galian, juga dari air sungai. Malah, di beberapa kawasan mengandalkan air hujan.

“Sepuluh tahun sudah usia Pijay, air bersih saja tidak ada,” kata seorang warga kepada Serambi.

Keluhan tentang persoalan yang satu ini disampaikan sejumlah penduduk Bandarbaru lainnya dalam sepekan terakhir. Mereka mengaku, kendati memiliki sumur, namun persediaannya tidak selamanya normal dan di beberapa kawasan kondisi airnya keruh, tidak layak dikonsumsi. Terlebih ketika musim kemarau seperti belakangan ini, persediaan air sumur sangat menipis atau nyaris mengering.

Lebih sedih lagi, kata seorang warga, tatkala ada kegiatan massal termasuk kenduri atau pesta, air tak tersedia. “Bagi masyarakat berekonomi mapan, mungkin hal demikian tak jadi soal, karena punya uang untuk membelinya. Tapi bagaimana kami warga miskin, ya terpaksa seperti apa adanya,” timpal seorang ibu rumah tangga. Warga lainnya menuturkan, air bersih sudah lama mereka dambakan, tapi terkesan tak ada yang peduli.

Islamuddin, warga Gampong Keude Luengputu dan Burhanuddin, warga Langgien juga mengeluhkan persoalan serupa. “Kami di sini sangat butuh air bersih. Sementara air sumur sudah mengering dan kondisinya pun bercampur kapur,” kata Islamuddin.

Camat Bandarbaru, Muhammad, yang dikonfirmasi Serambi melalui Hp-nya terkait persoalan yang sudah berkalang tahun dihadapi warganya ini membenarkan. Secara umum warganya memang sangat butuh air bersih. Terlebih lagi masyarakat di sejumlah Gampong di Kemukiman Langgien, kondisinya sangat miris. Bayangkan saja, sumurnya luar biasa dalam dan airnya selama ini mengering. Oleh karena itu, ia berharap adanya perhatian instansi terkait.

Gampong di Kemukiman Langgien yang kesulitan air bersih yaitu Cut Langgien, Dayah Langgien, Baroh Cot, Sagoue Langgien, dan Gampong Tua Lada. Gampong tersebut selama ini kesulitan air menyusul musim kemarau. Sejumlah gampong belahan utara walaupun memiliki sumur, tapi juga membutuhkan air PDAM.

Diminta Bersabar
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu, Ir Syamsulbahri , dalam keterangannya membenarkan bahwa hingga saat ini warga Bandarbaru belum menikmati air bersih. Beberapa waktu lalu pihaknya sudah pernah berupaya, namun belum juga berhasil. Sumber air di sana memang ada, yaitu di Jiemjiem, tapi terkendala pada pendistribusian karena terhalang dengan perbukitan yang lumayan tinggi. Dikatakan, langkah terakhir yang sedang diupayakan dengan menyuplai dari Meureudu, walaupun jaraknya puluhan kilometer.

“Insya Allah akan kami coba upayakan suplai air bersih dari Meureudu. Karenanya, warga diminta bersabar, karena membutuhkan waktu,” sebut Syamsulbahri.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved